«

»

Agu 31

Akibat Krisis Politik, WN Qatar Tidak Bisa Berangkat Haji

DOHA, – Harapan warga negara Qatar menunaikan ibadah haji pada tahun ini sudah pupus. Sebagai buntut krisis hubungan diplomatik Arab Saudi dan Qatar, pemerintah Arab Saudi yang menutup kedutaan di Doha sehingga warga Qatar batal beribadah pada musim haji kali ini.

Pada Juni 2017, Arab Saudi, yang mengawasi dan mengelola dua situs suci Islam di Mekkah dan Madinah, bersama dengan Uni Emirat Arab, Mesir dan Bahrain memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar.

Kuartet negara itu menarik duta besar mereka sebagai protes yang menuduh campur tangan Doha dalam urusan internal dan dukungan Doha terhadap terorisme. Sebaliknya, Qatar membantah tuduhan tersebut. Empat negara itu juga memberlakukan blokade darat, laut dan udara, sehingga tugas pengadaan visa haji dan umrah hampir tidak mungkin dilakukan.

“Saya ingin pergi haji tapi saya tidak diizinkan. Kedutaan Saudi ditutup, jadi bagaimana saya bisa pergi? Saya sudah tua, mungkin ini bisa menjadi kesempatan terakhir saya dan mungkin saya akan meninggal besok,” ratap Mohammed Shafiq, warga Qatar asal Pakistan kepada Al Jazeera.

Selama 35 tahun terakhir, Mohammed Shafiq telah bekerja keras untuk membiayai perjalanannya sekali seumur hidup ke Mekah. Tapi mimpi Shafiq untuk melakukan ibadah haji tahun ini memudar dengan cepat.Dengan hanya beberapa jam sebelum dimulainya ibadah haji, Shafiq mengatakan satu-satunya pilihan lainnya adalah melakukan perjalanan melalui Pakistan.

Tapi bagi orang yang pernah tinggal di ibu kota Qatar, Doha, untuk waktu yang lama, tidak adil jika dia harus membayar untuk bepergian sejauh itu untuk ke negara yang begitu dekat.

Bulan lalu, Arab Saudi menyatakan warga Qatar yang ingin melaksanakan ibadah haji tahun ini diizinkan memasuki wlayah kerajaan tersebut. Namun Saudi memberlakukan pembatasan tertentu termasuk bahwa mereka yang datang dengan pesawat harus menggunakan maskapai penerbangan sesuai kesepakatan dengan Riyadh.

Pihak berwenang Qatar kemudian menuduh Arab Saudi mempolitisasi haji dan membahayakan ibadah haji ke Mekah dengan menolak menjamin keamanan para jemaah Qatar.

Komite Hak Asasi Manusia Nasional Qatar (NHRC) menyatakan ibadah haji tidak dapat dimanfaatkan untuk kepentingan politik dan pribadi atau mediasi. Namun ibadah haji justru merupakan hak yang dijamin oleh kesepakatan internasional mengenai hak asasi manusia dan hukum Islam.

Jumah al-Kuwari, Kepala Perusahaan Transportasi Grup Doha untuk ibadah haji dan umrah, mengatakan penolakan Arab Saudi untuk berkomunikasi dengan Qatar telah menimbulkan malapetaka dengan rencana perjalanan ibadah haji.

“Kementerian Urusan Islam Qatar mengoordinasikan ibadah haji tersebut dengan Saudi, tapi sejak krisis dimulai, tidak ada yang akan menjawab. Banyak warga yang diterima mendapatkan paspor mereka kembali tanpa visa,” katanya.(SP/Al Jazeera/Alarabiya/Ist)

Tinggalkan Balasan

cinta-alam-hijau-e1444135113833