«

»

Nov 23

AS Tuding Militer Myanmar ‘Pembersihan Etnis’ Rohingya

WASHINGTON, – Amerika Serikat (AS) memperkuat pendiriannya atas Myanmar dengan menyalahkan tindakan pasukan keamanan negara itu karena telah melakukan “kekejaman mengerikan” terhadap Rohingya yaitu melakukan “pembersihan etnis” atas warga minoritas Muslim. Lebih dari 600.000 Rohingya telah melarikan diri dari Rakhine State sejak aksi militer terakhir pada akhir Agustus 2017.

Kecaman AS disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Rex Tillerson setelah mengunjungi Myanmar pekan lalu. Meski Tillerson sempat meminta penyelidikan lebih dalam sebelum melakukan penilaian, dia saat ini justru menyampaikan kecaman paling keras atas kekerasan militer terhadap Rohingya.

Rex Tillerson (AP Photo/J. Scott Applewhite)


“Setelah analisis hati-hati dan menyeluruh atas fakta-fakta yang tersedia, jelas bahwa situasi di utara Rakhine State merupakan pembersihan etnis terhadap Rohingya. Tidak ada provokasi yang bisa membenarkan kekejaman yang telah terjadi,” tandas Tillerson, Rabu (22/11).

Militer Myanmar mengaku hanya menargetkan para pemberontak Rohingya. Namun, para pengungsi yang berada di kamp-kamp Bangladesh telah melaporkan pembunuhan dan pemerkosaan mengerikan oleh pasukan keamanan Myanmar.

Tillerson mengatakan tanggapan Pemerintah Myanmar pimpinan Aung San Suu Kyi, atas situasi Rohingya, menjadi penting untuk menentukan kesuksesan transisi negara itu menjadi lebih demokratis.

“Pelanggaran ini oleh beberapa diantara militer Burma (Myanmar), pasukan keamanan, dan warga setempat telah menyebabkan penderitaan luar biasa dan memaksa ribuan pria, wanita, dan anak-anak melarikan diri dari rumah mereka,” kata Tillerson.(*/AFP/SP)

Tinggalkan Balasan

cinta-alam-hijau-e1444135113833