«

»

Nov 17

Daya Beli Masyarakat Banten Semakin Turun dan Melemah

BANTEN, – ‘ Duuhhh susah ya pak sekarang ini, terasa banget sekarang jarang ada yang beli ke warung saya,..” ucapan itu terlontar begitu saja dari mulut pak Ero, mengeluhkan kondisi dalam transaksi dagangannya tidak seramai dulu banyak pembeli.

Kata Pak Ero, akibat kondisi daya beli masyarakat di wilayah Banten melemah, banyak kawan-kawan seprofesinya mengalami kebangkrutan dan tutup warung serta beralih profesi menjadi kuli bangunan ke Jakarta. ” Saya juga kalau masih kuat tenaganya, mungkin sementara ini tutup warung dulu untuk ikut kuli dibangunan ke jakarta pak,” ucapnya.

Daya jual beli masyarakat semakin turun dan semakin melemah.


Mang Ero juga menuturkan, tidak biasanya kejadian yang dianggapnya era ‘serba susah’ ini lebih parah dibandingkan tahun lalu. ” Ini lebih parah pak tahun ini, terasa banget susahnya kami pemilik warung akibat jarang yang belanja. Dan kalau yang menghutang sekarang semakin banyak, dan tidak biasanya langganan yang sering belanja ke warung saya kontan uang saja, sekarang malah mereka ngutan. Kasian kalau tidak diberi utangan karena sudah langganan,” tuturnya.

Hal inipun dialami oleh emak Siti, panggilan pemilik sebuah warung makan disekitaran Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang,Banten.

Kata Emak Siti, kondisi ini sangat terasa sejak bulan Agustus lalu.” Sekarang yang makan ke warung saya makin sedikit pak, mungkin mereka (pegawai ASN dan Honorer) pada bekal nasi dari rumah karena menghemat uang gaji kali pak,” katanya.

Lanjutnya, hal ini juga dialami oleh saudaranya yang sama berjaulan nasi dan kopi di kawasan Ciceri, Kota Serang, yang katanya mengeluhkan pendapatan warungnya saat ini. ” Saudara saya juga yang dagang nasi di ciceri sama katanya kurang pembeli. Bahkan tak jarang makanan yang sudah dimasak terpaksa dibawa pulang lagi untuk dimakan keluarga,” ungkapnya.

” Entah sampai kapan kondisi ini berakhir, tadinya harapannya dengan gubernur banten yang baru bisa lebih lancar dalam jual beli. Tapi yah,..sekarang mah jangankan kami pemilik warung, lha anak buahnya (ASN) saja sering saya dengar curi dengar obrolan mereka sekarang ini banyak mengeluh karena tidak ada honor tambahan dikegiatan,”kata Emak Siti sambil tersenyum. (*/Ist)

Tinggalkan Balasan

cinta-alam-hijau-e1444135113833