«

»

Nov 20

Daya Beli Melemah, Kini Ditambah Kenaikan Harga Bahan Pokok !

BANTEN, – Ibarat sudah terjatuh, kini harus ditimpa tangga pula. Pepatah ini, sangat tetap untuk kondisi perekonomian bagi masyarakat di wilayah Provinsi Banten. Hanya tinggal ‘kepasrahan’ yang ada diraut wajah masyarakat yang ada di Provinsi Banten, khususnya diwilayah pinggiran kota dan perdesaan.

Kenaikan harga bahan-bahan pokok ini, dirasakan oleh masyarakat diminggu terakhir bulan Nopember 2017 ini. Atau tepatnya menjelang di akhir tahun 2017, yang diperkirakan serta diduga kuat ada upaya penahanan bahan pokok oleh kartel berskala besar. Sehingga, kenaikan seperti halnya Beras, Cabe, Bawang, dan Tomat, serta sayuran yang mengalami kenaikan harga yang cukup mencolok.

Ilustrasi : Kenaikan harga bahan pokok di pasar-pasar tradisional tempat belanja kebutuhan kalangan masyarakat menengah kebawah.


Kondisi kenaikan harga bahan pokok ini, masyarakat Banten berharap ada upaya pemerintahan di Provinsi Banten untuk segera menangani dan menstabilkan kembali harga bahan-bahan pokok tersebut. “Kami berharap pemerintahan di banten segera menanggulangi atas kenaikan harga bahan pokok kebutuhan masyarakat ini,” Ucap Ibu Eri, salah satu ibu rumah tangga yang berbelanja di kawasan Pasar lama, Kota Serang,Banten, Sabtu (19/11).

Katanya, sudah saja dipusingkan oleh pendapatan masyarakat yang semakin melemah, kini harus dipusingkan oleh kenaikan harga bahan – bahan pokok untuk kebutuhan hidup sehari-hari. “Sekarang pak harga beras perkarung rata-rata sudah naik menjadi 270 ribu dalam ukuran 25 kilogram. Padahal, sebelumnya hanya 235 ribu sampai 240 ribu saja,” ungkapnya.

Ditambah kata Ibu Eri, kini harga bahan sayuran dan bumbu juga ikut naik seperti halnya harga Cabe, Bawang dan Tomat. “Sudah lengkap kini penderitaan masyarakat kini pak, ” keluhnya.

Keluhan serupa pun diungkapkan oleh Ibu Warni, salah satu pedagang keliling sayuran. Katanya, kini dia hanya bisa berbelanja untuk dagangannya hanya sedikit karena persoalan kenaikan harga bahan pokok dan sayuran tersebut. “Ini sepertinya sudah menjadi kebiasaan, kalau pas menghadapi bulan mulud pasti harga semua naik. Dugaan saya yang bodoh, ini biasanya ulah para ‘tengkulak besar’ yang sengaja menaikan harga bahan pokok tersebut itu,” tuturnya.

Dia berharap, pemerintah harusnya segera turun ke pasar – pasar dan selidiki kenapa harga bahan-bahan pokok kebutuhan masyarakat selalu ada kenaikan secara mendadak, dan terkesan ada permainan harga. “Kasihan kami rakyat kecil, sudah susah cari duit ditambah harga kebutuhan sehari-hari seperti beras saja naiknya cukup tinggi di pasaran biasa perliter cukup 7.000 an kini menjadi 8.500 an dalam per liternya,” imbuhnya. (*/Ist)

Tinggalkan Balasan

cinta-alam-hijau-e1444135113833