«

»

Okt 03

Diduga Mabuk, Senjata Polisi Kembali Makan Korban di Garut

GARUT, – Kembali senjata anggota Polisi makan korban, beruntung korbannya, Devia Savitri (20) pemadu disebuah tempat Karaoke Milan di kawasan Superblok, jalan Perintis Kemerdekaan, Garut, Jawa Barat, hanya menembus paha kiri dan tidak meregang nyawa akibat peluru nyasar dari salah satu oknum anggota polisi, Senin (2/10/2017).

Kejadian tersebut menurut sumber, Devia Savitri sedang memandu lagu di Room 209, tiba-tiba terdengar letusan suara tembakan senjata dari Room 210. Suara letusan senjata dari jenis Revolver itu, diduga milik dari salah satu anggota polisi yang ada di Room 210 yang menembus dinding partisi pembatas ke room 209, sehingga menembus paha korban Devia.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka tembakan pada paha kiri tembus (beruntung tidak mengenai tulang) dan korban langsung dibawa dan dirawat di RSU dr.Slamet, Garut – Jawa Barat.

Polda Jabar Akan Perketat Senpi

Dari kejadian tersebut dan banyak korban akibat peluru nyasar dari tangan oknum anggota polisi, Polda Jawa Barat akan memperketat dalam pengawasan penggunaan senjata api yang berada di tangan anggota kepolisian. Pengetesan kondisi psikologis secara bertahap menjadi salah satu caranya.

Anggota yang dianggap tidak layak memegang senjata api akan diminta untuk mengembalikan. Demikian dikatakan Kabid Humas Polda Jawa Barat, Yusri Yunus, Selasa (3/10/2017).

Dia mengatakan, tes psikologi yang dimaksud dilakukan secara bertahap, mulai dari tingkat Polda, Polres serta Polrestabes hingga seluruh Polsek di lingkungan Polda Jawa Barat. Hasil tes tersebut yang akan menentukan layak tidaknya seorang anggota menggunakan senjata api.

Di sisi lain dia mengatakan, faktor yang menjadi perhatian adalah prosedur standar operasional dalam menggunakan senjata api. Seluruh jajaran di Polda Jawa Barat ditegaskannya harus melaksanakan tugas sesuai prosedur, termasuk berkaitan dengan penggunaan senjata api.

Pernyataan tersebut dikemukakan menyusul terjadinya insiden terkait penggunaan senjata api oleh anggota kepolisian beberapa waktu terakhir.

Sebelumnya, pada Minggu 1 Oktober 2017 lalu, letusan senjata menewaskan seorang warga Agus Maulana (23) di sekitar Jalan Mohamad Toha Kota Bandung. Ketika itu, tim dari Polsek Bojongloa Kidul tengah melakukan penyelidikan atas kasus pengeroyokan.

Diduga karena terjadi kesalahpahaman, sempat terjadi kericuhan antara anggota dengan warga setempat. Senjata yang dikeluarkan anggota diduga tidak sengaja meletus hingga mengenai tengkuk korban.

Atas dua kejadian tersebut, seluruh anggota yang terlibat tengah menjalani pemeriksaan. Sanksi baru diketahui setelah pemeriksaan usai. (*/PR/Ist)

Tinggalkan Balasan

cinta-alam-hijau-e1444135113833