«

»

Agu 17

Gangguan Nyamuk, Warga Kota Serang Minta di ‘Fogging’

SERANG, – Warga di Kota Serang,Banten kini dikeluhkan persoalan ‘nyamuk’ yang dianggap warga sudah cukup mengganggu dilingkungan rumah serta tempat ibadah warga. Pasalnya, nyamuk yang ada kini sudah tidak wajar bahkan sudah tidak mampu diatasi oleh obat nyamuk yang ada.

Rahman warga di lingkungan Sempu Cipayung, Kelurahan Cipare, Kota Serang mengatakan, bahwa keberadaan nyamuk di akhir-akhir bulan ini sudah dianggap tidak wajar dalam jumlahnya. “Kami berharap pemerintah di kota serang, khususnya dinas kesehatan agar segera melakukan fogging kesetiap kampung yang ada di wilayah kota serang, “ katanya.

Kata Rahman, kini nyamuk juga di kampung-kampung sudah sangat mengganggu dalam ibadah warga. “ Hadeuh pak nyamuknya, dirasakan lebih banyak dari biasanya. Ini sangat mengganggu ke khusyu’an sholat warga,”jelasnya.

Hal ini juga dikatakan oleh Mamat, warga lingkungan Bedeng Kahuripan, Kelurahan Karundang, Kota Serang, yang mengeluhkan keberadaan nyamuk dilingkungan tempat tinggalnya. “ Sudah tidak wajar pak, nyamuk sekarang jumlahnya mungkin lebih banyak dari bulan biasanya. Bahkan di mushola tidak biasanya kini banyak nyamuk,” terang Mamat.

Sistem Kerja ‘Pemadam Kebakaran’

Mamat mengungkapkan, soal nyamuk yang kini dianggap sudah sangat mengganggu kenyamanan warga seharusnya Dinas Kesehatan Kota Serang tanggap dan segera melakukan ‘fogging’ ke sudut-sudut wilayah perkampungan yang ada di Kota Serang. “ Jangan menunggu ada warga jadi korban dulu, baru ada fogging dilingkungan warga,” jelasnya.

Ilustrasi warga selalu diganggu nyamuk

Ungkap Mamat, kebiasaan pemerintah atau dinas yakni harus ada korban dulu baru melakukan fogging disetiap lingkungan warga. Ini di ibaratkan pemerintah hanya sebagi petugas ‘pemadam kebakaran’ kalau sudah ada kebakaran baru dipadamkan (sudah puluhan korban jiwa) baru mengadakan fogging. “Ini sistem yang salah di pemerintahan kita saat ini, kalau saja yang diganggu itu rumah-rumah mereka (para pejabat) dulu, pasti langsung dilakukan fogging. Tapi kalau yang dirasakan oleh warga tapi belum ada korban, pasti dibiarkan dahulu sampai jatuh korban,” tuturnya.

Katanya, warga sudah melaporkan ke pihak kelurahan tapi belum juga ada tanggapan dari Dinas Kesehatan Kota Serang. “ Kata pegawai kelurahan sudah dilaporkan ke dinas, tapi belum ada korban dilingkungan warga dan dianggap masih normal. Padahal warga sudah cukup mengeluh, terutama warga yang ada disepajang saluran air irigasi yang sekarang airnya surut,” imbuhnya. (*/Ist)

Tinggalkan Balasan

cinta-alam-hijau-e1444135113833