«

»

Des 23

Golkar Buka Komunikasi dengan PDI-P Terkait Pilgub Jabar

BANDUNG, – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Barat bakal membuka kembali komunikasi politik dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terkait kontestasi pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018 mendatang.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Jawa Barat, M. Q. Iswara mengatakan komunikasi politik tersebut penting pasca penetapan Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi sebagai bakal calon gubernur Jawa Barat. “Yang kita akan bahas bukan sekedar pemilihan gubernur tapi juga pemilihan kepala daerah di 16 kabupaten dan kota di Jawa Barat,” kata Iswara saat dihubungi lewat telepon, Jumat (22/12).

Dedi Mulyadi, yang juga menjabat sebagai Bupati Purwakarta ini, masuk dalam tujuh tokoh yang diincar PDI Perjuangan untuk pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018. Para kandidat lainnya adalah anggota DPR-RI dari Fraksi PDIP Puti Guntur Soekarno, Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa, Bupati Majalengka Sutrisno, Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah PDIP Jawa Barat Abdi Yuhana, mantan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Inspektur Jenderal Anton Charliyan, serta Wakil Gubernur Jawa Barat incumbent Deddy Mizwar.

Hingga saat ini, PDIP yang dapat mengusung calon atau pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, tanpa berkoalisi, belum mengumumkan kandidatnya. “Komunikasi politik juga dilakukan langsung oleh Pak Dedi Mulyadi kepada partai-partai lain seperti Hanura, PKB, Demokrat. Kalau kemudian ada partai lain yang bergabung, kami dengan sangat terbuka membuka (peluang) itu,” ujar Iswara.

DPP Partai Golkar memberi waktu kepada Dedi dan jajaran di bawahnya untuk mencari mitra koalisi sekaligus bakal pasangannya hingga awal Januari 2018 mendatang. “Paling lambat awal Januari harus sudah dapat dan deklarasi pasangan calon,” imbuh Iswara.

Partai Golkar tidak dapat mengusung calon atau pasangan calonnya sendiri. Raihan kursi mereka dalam pemilu legislatif tingkat provinsi hanya mencapai 17 dari 100 kursi. Syarat minimal pengusungan calon atau pasangan calon untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur di Jawa Barat adalah 20 persen atau setara 20 kursi di pemilihan legislatif tahun 2014 lalu. “Makanya kami diminta untuk mencari mitra koalisi,” tutur Iswara.

Dalam pencarian mitra koalisi tersebut, jajaran pengurus Partai Golkar di Jawa Barat akan berpegang pada hasil Rapat Pimpinan Daerah Partai Golkar Jawa Barat bulan Mei 2017 lalu. “Secara internal, kami mulai dari pengurus level kecamatan, kabupaten dan kota, hingga provinsi sepakat memutuskan dan siap pengusung Pak Dedi Mulyadi sebagai bakal calon gubernur,” tegas Iswara.

Terkait pencarian bakal pasangan Dedi Mulyadi, DPD Partai Golkar Jawa Barat juga bakal mempelajari hasil survei internal dan independen. “Survei itu sebagai alat bantu ukur kami. Hasilnya memang belum dipublikasikan tapi kami tentu harus tahu (Partai Golkar) baiknya dari sisi mana dan kurangnya di sisi mana, kurangnya di daerah mana. Survei itu bukan hanya dari internal karena kami juga memerlukan pembanding,” terang Iswara.

Kepastian soal pengusungan Dedi ini menambah kandidat bakal calon gubernur yang akan bersaing di Jawa Barat. Sebelumnya sudah ada Wakil Gubernur Jawa Barat incumbent Deddy Mizwar yang akan berpasangan dengan Ahmad Syaikhu dari Partai Keadilan Sejahtera serta Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.

Dari ketiga nama tersebut, baru Ridwan Kamil yang memenuhi syarat untuk pendaftaran karena mendapatkan dukungan dari Partai Nasional Demokrat (5 kursi), Partai Persatuan Pembangunan (9 kursi), serta Partai Kesatuan Bangsa (7 kursi).

Sementara Deddy Mizwar baru mendapatkan dukungan dari Partai Demokrat (12 kursi) dan Partai Amanat Nasional (4 kursi). Partai Keadilan Sejahtera (12 kursi) yang mengusung kadernya untuk mendampingi Deddy Mizwar sama sekali belum menerbitkan surat dukungan bagi pasangan tersebut. Partai Gerindra yang memiliki 11 kursi sudah mengumumkan kandidatnya Mayor Jenderal Purnawirawan Sudrajat sebagai bakal calon gubernur. Mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok merangkap Mongolia tahun 2005 lalu ini belum mendapatkan pasangan.

Satu-satunya partai yang belum menyatakan dukungan dalam kontestasi pemilihan gubernur Jawa Barat 2018 adalah Partai Hanura yang memiliki tiga kursi di DPRD Jawa Barat. (*/SP/Ist)

Sumber :suarapembaruan

Tinggalkan Balasan

cinta-alam-hijau-e1444135113833