«

»

Sep 05

Gubernur Banten Optimis Lebak Sentra Produk Unggulan Pajale

BANTEN, – Gubernur Banten H Wahidin Halim, sangat optimis Kabupaten Lebak menjadikan sentra produk pertanian padi, jagung, dan kedelai (pajale). Kata Wahidin, kabupaten lebak memiliki potensi kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) yang cukup melimpah dengan tingkat kesuburan lahan pertaniannya.

“Kami mendorong masyarakat Lebak ke depan menjadikan sentra penghasil pajale sebagai andalan penghasilan ekonomi masyarakat,” kata Wahidin Halim di Lebak, Minggu (3/9) kemarin.


Wahidin mengungkapkan, bahwa potensi kekayaan SDA Kabupaten Lebak sangat potensial untuk pengembangannya, khususnya disektor pertanian yang dapat menghasilkan produksi jutaan ton pajale. Dari produksi pajale tersebut, dapat menyumbangkan kedaulatan pangan nasional juga peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat setempat.

Gubernur Banten, Ketika melihat areal pesawahan produktif diwilayah kabupaten lebak

Selain itu katanya, adanya pembangunan Waduk Karian nantinya diharapkan bisa memasok pengairan irigasi seluas 22.000 hektare. Maka, Pemerintah Banten terus mengusulkan bantuan berbagai kegiatan produksi pertanian kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaeman. Bahkan, tahun 2017 Kabupaten Lebak mendapat bantuan pertanian padi dan jagung. “Kami berharap bantuan pertanian itu dapat mendongkrak komoditas produksi pangan,” jelasnya.

Sementara, Kepala Seksi Perselia Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Dadan Firdaus mengatakan, pihaknya juga sangat optimistis Kabupaten Lebak menjadi daerah lumbung jagung karena tahun 2017 menerima bantuan program upaya khusus (upsus) jagung seluas 30.000 hektare.

Untuk itu lanjut dadan, bantuan bibit jagung unggul dan berlabel disalurkan melalui Dinas Pertanian yang meliputi benih jagung hibrida jenis NK 212, pioner dan metro dengan masa tanam selama 90 hari.

Pengembangan tanaman jagung tersebut cocok dibudidayakan di lahan darat maupun persawahan. “Kami berharap Banten khususnya Kabupaten Lebak menjadi lumbung jagung sehingga pemerintah tidak mengimpor lagi,” katanya.

Hal ini juga diungkapkan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak Dede Supriatna, bahwa selama ini petani Lebak telah mampu menyumbangkan produksi pangan nasional dengan komoditas beras dan jagung.

Keberhasilan petani Lebak ini katanya, sebagai daerah lumbung pangan padi dan jagung dengan mengintruksikan kepada petugas Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pertanian di 28 kecamatan, Pengamat Organik Penyakit Tanaman (POPT), gabungan kelompok tani (Gapoktan) dan PPL agar mengoptimalkan gerakan percepatan tanam.

Selain itu imbuh Dede, intervensi pemerintah mengalokasikan dana untuk penyaluran bantuan sarana produksi (saprodi), peralatan pertanian (alsintan) juga peningkatan sumber daya manusia (SDM) petani melalui pelatihan dan pembinaan.
Selain itu juga bantuan infrastuktur jaringan irigasi guna mendukung ketersedian pasokan air. “Semua itu untuk mendukung Lebak sebagai sentra penghasil pangan di Provinsi Banten,” ujarnya.(ADV)

Tinggalkan Balasan

cinta-alam-hijau-e1444135113833