«

»

Agu 16

Habibie: Kita Bangsa Pluralistik, Jangan Kedepankan Perbedaan

JAKARTA, – ‎ Mantan Presiden BJ Habibie mengingatkan Indonesia adalah bangsa dengan masyarakat majemuk atau pluralistik. Dalam masyarakat seperti itu, harus saling hormat-menghormati dan harga-menghargai, bukan memperuncing perbedaan.

“Kita pegang pada UUD dan Pancasila. Kita masyarakat yang plurastik yang mempunyai bahasa satu,” kata Habibie dalam acara Dialog Kebangsaan yang digelar di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (Lipi), Jakarta, Selasa (15/8).

Acara itu dilakukan dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) Lipi ke 50 dan menyambut HUT Republik Indonesia ke 72. Tampil pula sebagai pembicara adalah mantan Presiden Megawati Soekarnoputri dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Namun ketiganya tidak duduk dalam satu meja dan tidak memberikan materi dalam waktu bersamaan. Megawati tampil pertama. Kemudian sesi kedua diisi oleh BJ Habibie. Sesi ketiga baru disi SBY.

Habibie menjelaskan bangsa ini memang mayoritas penduduknya Muslim. Namun bukan berarti menjadi negara Islam. Para pendiri bangsa sudah meletakkan dasar-dasar yang disepakati bersama yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

“Kita negara yang percaya pada Tuhan Yang Maha Esa. Ini adalah dasar kehidupan kita bersama,” ujar presiden ketiga ini.

Pada kesempatan itu, Habibie meminta anak Indonesia agar kreatif, inovatif dan meningkatkan produktivitas. Dengan membangun kepribadian yang ungguil, anak Indonesia bisa bersaing di dunia global yang kini semakin kompetitif.

“‎Kita harus sesuaikan sumber daya manusia yang terbaharukan. Kita bisa memanfaatkan segala aspek yang dimiliki Indonesia mulai dari ilmu pengetahuan dan iptek. Nantinya dapat dimanfaatkan sebagai modal penting bagi Indonesia berkembang,” tegasnya. (*/SP/Ist)

Tinggalkan Balasan

cinta-alam-hijau-e1444135113833