«

»

Sep 07

Hadapi kemarau, Distanak Banten Siapkan Strategi Ubah Pola Tanam

BANTEN, – Di Indonesia kini telah mulai memasuki musim kemarau panjang. Hal ini juga, dirasakan pada sejumlah daerah yang ada diwilayah Banten akibat dampak musim kemarau dengan berkurangnya debit air. Sehingga, area lahan pertanian masyarakat petani kini banyak mengalami kekeringan.


Menurut Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Ir Agus Tauchid, adanya musim kemarau tersebut pemerintah daerah terus berupaya dalam membantu meringankan pelaku tani yang ada di wilayahnya dalam mengatasi dampak musim kemarau terhadap sektor pertanian.

Kata Agus, pemerintah telah memiliki strategi khusus untuk menghadapi musim kemarau pada tahun ini. Penanaman telah dilakukan lebih awal oleh pemerintah sehingga musim kemarau tak berdampak besar bagi produksi pertanian. Perubahan pola tanam ini berdampak pada meningkatkan produksi tanaman padi di Indonesia. Defisit kebutuhan pangan pun dapat dihindari seperti kebutuhan bahan pangan seperti beras sekitar 1,5 juta (ton) dari kebutuhan makan 2,6 juta. “Defisit sekitar 1,1 juta. Sehingga, kami ubah pola tanam yang puluhan tahun itu. Tahun 2016 enggak ada gejolak harga beras sampai 2017,” jelasnya, beberapa waktu lalu (5/9).

Petani sedang memanen padi di area pesawahannya, di wilayah Kabupaten Lebak,Banten


“Nah dengan kita mengubah sistem pola tanam. di musim paceklik ini, kalau tanam berarti panennya di Oktober, atau kalau September panennya di Desember,” tambahnya.

Lanjut Agus, diharapkan pada panen tetap dapat berlangsung di berbagai wilayah Banten tanpa adanya hambatan. Hasil panen itu, juga diharapkan akan berdampak pada peningkatan kuantitas dalam cadangan beras pemerintah.

Warga Suku baduy Sedang Menata Hasil Panen Padi Huma di Kabupaten Lebak,Banten


“Ini panennya satu juta semua rata-rata 1 juta (ton) Insya Allah. Artinya 1 juta kali 6 itu, dibagi 2 sama dengan 3 juta. Berarti surplus 400 ribu ton. Harga nggak pernah bergejolak. Kita kasih HET (Harga Eceran Tertinggi), melakukan perlindungan petani, kemudian menata tata rantai pasoknya kemudian menata sektor produksi,” ungkapnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan

cinta-alam-hijau-e1444135113833