«

»

Agu 29

Harapan Baru Pengobatan Penyakit Dengan Terapi ‘Stem Cell’

JAKARTA, —Stem cell (sel punca) kini menjadi salah satu harapan baru dalam pengobatan berbagai jenis penyakit. Perkembangan penelitian dan pengetahuan tentang stem cell terus meningkat dalam beberapa dekade terakhir. Sel unik ini menjadi sangat penting dalam dunia medis karena dapat digunakan untuk terapi beragam penyakit yang sulit disembuhkan.

Misalnya penyakit leukemia, anemia, thalassemia, cerebral palsy, alzheimer, stroke, dan lainnya, kini bisa diterapi dengan stem cell.

“Potensi stem cell sangat menjanjikan untuk terapi berbagai penyakit, sehingga menimbulkan harapkan baru dalam pengobatan, terutama mengobati penyakit yang sulit disembuhkan baik secara konservatif maupun operatif, seperti penyakit degeneratif, trauma, dan keganasan,” kata dokter Taufik Jamaan, spesialis kebidanan dan kandungan/fertilisasi RS Bunda Jakarta, dalam seminar yang diadakan oleh PT Prodia Stemcell Indonesia, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dalam seminar Harapan Baru Pengobatan Penyakit dengan Stem Cell melalui Terapi Regeneratif, Taufik menuturkan sumber stem cell bisa dari sumsum tulang belakang, darah tepi, dan darah tali pusat.

Dia menjelaskan stem cell darah tali pusat kini banyak dipakai, dan disimpan. Darah itu adalah darah yang mengalir dalam tali pusat bayi sampai ketika dia dilahirkan.

Lalu darah tersebut diambil, diolah, dan disimpan, dan dipakai untuk terapi regeneratif bila suatu saat dibutuhkan oleh anak itu sendiri, ibunya, atau orang lain.

Taufik menuturkan stem cell ini berfungsi dalam membentuk sel darah baru. Juga berperan dalam meregenerasi sistem kekebalan tubuh, dan memiliki kemampuan untuk berkembang menjadi berbagai jenis sel darah.

Dia mengatakan transplantasi stem cell sudah dilakukan lebih dari 20.000 kali sejak 1988, kepada anak-anak dan orang dewasa.

Sementara itu dokter Cynthia Retna Sartika, dari Prodia StemCell Indonesia (ProSTEM), mengatakan stem cell darah tepi pusat diambil sejak bayi dilahirkan, saat tali pusat dipotong. Adapun yang diambil adalah darahnya saja, bagian lainnya tidak.

Darah tali pusat tersebut, kata Cynthia, dibawa ke laboratorium dan diproses untuk pemisahan stem cell. Kemudian stem cell akan disimpan pada suhu minus 196 derajat Celcius, dalam nitrogen cair pada sebuah alat yang disebut cryotank, yang membuat sel tetap dalam kondisi baik dan stabil.

“Stem cell ini bisa disimpan sampai lama, terserah keinginan pasien. Setidaknya sampai usia anak tersebut 21 tahun. Bisa dipakai untuk mengobati dirinya sendiri, bila kelak dia sakit,” ungkapnya.

Biaya untuk proses konseling saat ibu hamil sampai melahirkan, dan pengambilan, serta pengolahan stem cell ini sebesar Rp12,5 juta. Kemudian untuk penyimpanan stem cell mencapai Rp1,7 juta per tahun.

Diklaim Termurah di Dunia

Hampir setahun ini, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soetomo ditunjuk sebagai rumah sakit pusat pengembangan pelayanan medis stem cell. Kini rumah sakit terbesar di Indonesia Timur tersebut siap bersaing dengan pengobatan stem cell kelas internasional.

Hal tersebut ditegaskan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala RSUD dr Soetomo, Surabaya, dr Harsono setelah seminar di RSUD dr Soetomo, beberapa waktu lalu.

Dia menuturkan bahwa saat ini rumah sakit rujukan nasional tersebut mulai melengkapi segala alat-alat yang diperlukan untuk menyempurnakan riset tentang pengobatan modern tersebut. Stem cell merupakan proses pengobatan dengan penanaman sistem sel induk yang berfungsi untuk membentuk sel baru.

Kelengkapan alat itu didukung bank jaringan yang makin berkembang. Bank jaringan adalah tempat penyaringan donor, pengambilan, pemrosesan, penyimpanan, serta distribusi sel dan jaringan tubuh manusia untuk kepentingan stem cell. ”Kini makin banyak stok sel baru yang siap untuk para pasien stem cell,” terang Harsono.

Pria yang juga menjabat kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur (Dinkes Jatim) tersebut menerangkan bahwa perkembangan riset stem cell dalam setahun terakhir menunjukkan hasil yang positif. Bahkan, sistem stem cell di RSUD dr Soetomo mulai dikenal di kancah nasional. ”Kini orang mulai percaya pada pengobatan stem cell di sini (RSUD dr Soetomo),” ujarnya.

Karena itu, pihaknya mulai membidik pasien internasional untuk pengobatan stem cell ini. Harsono percaya bahwa pengobatan dengan stem cell di RSUD dr Soetomo merupakan yang terbaik di Indonesia, bahkan mungkin di dunia. ”Rumah sakit ini sudah berhasil menyembuhkan banyak pasien yang memiliki penyakit mematikan dengan sistem stem cell,” tuturnya.

Salah satu pasien yang sukses menjalani proses stem cell adalah mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan. Mantan dirut PLN tersebut menjalani proses natural killercell (NK cell).

NK cell berfungsi untuk mempermuda sel dalam tubuh. Tak hanya sekali, Dahlan melakukan proses tersebut dua kali pada akhir 2014 dan pada Februari lalu.

Bahkan, Dahlan lebih memilih melakukan stem cell di Surabaya ketimbang di Jerman bersama dokter kenalannya.

Dia menuturkan bahwa harga yang dipatok untuk melakukan sistem stem cell Surabaya jauh lebih murah. ”Bahkan, mungkin yang termurah di dunia. Tapi, hasilnya bagus. Sampai sekarang, saya masih sehat dan tak punya keluhan apa pun,” terangnya pada seminar.

Walaupun harganya murah, kualitas stem cell di Surabaya tak perlu diragukan. Dengan melakukan riset secara mandiri, kata Dahlan, RSUD dr Soetomo memiliki kualitas stem cell yang lebih baik daripada yang ada di Jerman.

Dia mengatakan, di Jerman para dokter hanya mengembangkan riset yang sudah ada. ”Karena itu, kita harus mendukung pengobatan stem cell di sini (RSUD dr Soetomo) agar bisa dikenal dunia internasional,” paparnya.

Hal tersebut diamini Menteri Kesehatan Prof Dr Nila F Moeloek dr SpM(K). Dia menyatakan bahwa pemerintah pusat siap memberikan apa pun yang menjadi kekurangan dalam pengembangan sistem stem cell di Surabaya. ”Kami ingin, pusat pengobatan stem cell di Indonesia bisa bersaing di pasar kesehatan dunia,” ungkapnya saat membuka seminar.

Dengan memberikan segala hal yang dibutuhkan, Nila berharap, RSUD dr Soetomo bisa menjadi tempat pembelajaran pengobatan stem cell di Indonesia. Dia ingin menjadikan rumah sakit milik Pemprov Jatim tersebut sebagai jujukan para ahli yang ingin belajar stem cell. ”Bahkan, kalau bisa, negara yang ingin mengembangkan stem cell bisa belajar kemari (RSUD dr Soetomo),” paparnya. (*/jpg/Ist)

Sumber : Bisnis.com/Jpg

Tinggalkan Balasan

cinta-alam-hijau-e1444135113833