«

»

Sep 12

Hina Ibu Negara di Medsos, Mahasiswa Ditangkap Tim Gabungan

BANDUNG, – Tim gabungan Polda Jawa Barat dan Polrestabes Bandung menangkap DI (21), seorang mahasiswa yang berdomisili di Palembang, atas dugaan penyebaran kebencian terhadap ibu negara Iriana Joko Widodo. Unggahan yang dilakukan lewat media sosial tersebut diakui merupakan bagian dari ungkapan kebencian pribadi.

“Yang bersangkutan mengaku, dengan alasan tidak suka dengan pemerintahan yang sekarang,” ujar Kapolda Jawa Barat Agung Budi Maryoto, di Mapolrestabes Bandung, Selasa 12 September 2017.

Hadir dalam kesempatan tersebut Kabid Humas Polda Jawa Barat Yusri Yunus, Kapolrestabes Bandung Hendro Pandowo, Kasatreskrim Polrestabes Bandung Yoris Marzuki. Ketika itu, tersangka baru dibawa ke Bandung dari kediamannya di Palembang.

PETUGAS membawa DI (21) tersangka kasus penyebar ujaran kebencian terhadap ibu negara Iriana Joko Widodo, saat tiba di Mapolrestabes Bandung, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Selasa 12 September 2017. Warga Kota Palembang itu ditangkap karena telah mengunduh gambar disertai kata-kata ujaran kebencian di akun media sosialnya.(Dok.PR)

Kasus ini mengemuka beberapa waktu silam saat seorang pengguna media sosial dengan akun @warga_biasa mengunggah foto ibu negara, Iriana Joko Widodo. Foto diunggah pada Kamis 7 September 2017 sekitar pukul 10.00 WIB. Dalam unggahan tersebut pemilik akun menyertakan kata-kata kasar.

Sehari setelah foto itu diunggah, tim kemudian melakukan pemeriksaan terhadap seorang warga Bandung, DW. Namun dari pemeriksaan tersebut, dia mengaku bahwa pengunggah bukan dirinya, melainkan salah seorang teman di media sosial, yang tak lain adalah DI.

Pengejaran kemudian dilakukan dengan mendatangi kediaman DI di Palembang, keesokan harinya. Sebagai barang bukti, diamankan dua buah ponsel berikut SIM card, serta bendera dan gantungan kunci salah satu ormas.
Tak terkait jaringan

Tersangka mengakui bahwa unggahan itu dilakukan seorang diri, tidak tekait dengan jaringan atau kelompok tertentu. Namun penyelidikan masih dilanjutkan untuk memastikan hal tersebut. “Dia tidak mengaku dari kelompok tertentu, tapi masih akan kita dalami,” kata Agung.

Atas perbuatannya, DI dijerat dengan pasal 45 ayat (1) jo pasal 27 ayat (1) Undang-Undang nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman pidana paling lama enam tahun dan atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Berkaitan dengan penyebaran kebencian, Agung meminta pengguna media sosial untuk lebih bijak. Masyarakat luas juga diimbau agar tidak mudah terprovokasi oleh akun tertentu yang menyebar kebencian. Apalagi dalam waktu dekat pilkada serentak akan digelar di Jawa Barat.

“Tahun depan pilkada serentak. Jangan sampai masyarakat Jawa Barat yang sudah guyub menjadi pecah karena posting seperti ini,” katanya.(*/PR/Ist)

Tinggalkan Balasan

cinta-alam-hijau-e1444135113833