«

»

Nov 15

Jelang HKBN Akhir Tahun, Dinas Ketapang Banten Gelar Rakor

BANTEN, – Indonesia adalah negara yang beragam baik dari aspek budaya, sosial dan agamanya. Hal tersebut, dalam setiap bulan kalendernya ada hari-hari besar keagamaan dan nasional (HBKN) yang rutin dilakukan oleh masyarakat di indonesia seperti bukan Puasa, hari raya Idul Fitri, Idul Adha, Natal, Tahun Baru dan lainnya.

Hal ini dikatakan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi banten, DR.Moh.Ali Fadillah dalam membuka Rapat Koordinasi Menghadapi Hari Besar Ke Agamaan Nasional (HKBN), beberaaapa waktu lalu.

Kata Moh Ali, dalam menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) biasanya semua masyarakat Indonesia turut merayakannya. ”Sehingga dalam perayaan hari-hari besar keagamaan tersebut, memerlukan bahan pangan untuk kebutuhan konsumsi masyarakat,” jelasnya.

Moh Ali Fadillah juga mengungkapkan, bahwa satu bulan lagi umat nasrani akan merayakan Hari Natal dan tahun baru yang merupakan salah satu hari besar keagamaan nasional yang diperingati oleh seluruh umat nasrani yang ada di Indonesia.
Maka kat Ali, perhatian utama saat menjelang hari natal dan tahun baru selain pada kondisi harga bahan pangan pokok yang fluktuatif dan pasokan yang berkurang juga permintaan pangan akibat adanya pekan liburan. “Sehingga kita, selaku OPD yang terkait dengan hal tersebut harus berupaya mengkoordinasikan dan menentukan langkah-langkah strategis sehingga harga lebih stabil dan bisa terjangkau oleh masyarakat,” jelasnya.

Ungkap Ali, meskipun pihaknya sudah berupaya meningkatkan produksi berbagai komoditas pertanian untuk mencukupi kebutuhan pangan masyarakat termasuk kebutuhan pada masa HBKN, namun kemungkinan masih ada potensi berbagai masalah yang perlu diantisipasi seperti: Adanya ekspektasi dan perilaku spekulatif pedagang yang cenderung meningkatkan harga walaupun pasokan normal, adanya hambatan dalam kelancaran distribusi pangan seperti adanya perbaikan jalan, pasar tumpah, kriminalitas, kurangnya sarana dan prasarana distribusi, cuaca ekstrim (gelombang tinggi, longsor) dan terhambatnya distribusi bbm, kurangnya pasokan di beberapa wilayah. “ Dan masalah lain yang dapat memicu kenaikan harga bahan pangan,” terangnya.

Moh.Ali fadilah berharap, dengan rapat koordinasi ini dilakukan dengan tujuan untuk membahas hal-hal yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi kurangnya persediaan pangan dan membangun komitmen bersama dalam rangka mengawal kondisi ketersediaan dan harga bahan pangan dalam kondisi normal selama HBKN. “Sehingga, kebutuhan dan permintaan masyarakat dapat tetap terpenuhi,’ jelasnya.(*/ADV)

Sumber : Dinas Ketahanan Pangan Prov.Banten

Tinggalkan Balasan

cinta-alam-hijau-e1444135113833