«

»

Agu 31

Ketahanan Pangan Banten Gelar Penilaian Lumbung Pangan Berprestasi

BANTEN, – Dalam pengajuan bantuan sarana dan prasarana pertanian bagi kelompok tani, ini berkaitan dengan penetapan dalam kabinet kerja dala swasembada yang berkelanjutan tanaman pokok Padi, Jagung serta Kedelai yang harus dicapai dalam waktu periode 3 tahun (2015-2017).

Hal ini diungkapkan dalam kata sambutan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten, pada kegiatan Penilaian Lumbung Pangan Berprestasi Provinsi Banten Tahun 2017, di Hotel Le Dian, Kota Serang,Banten (28/8/2017).

Menurut Ali Fadillah, untuk pencapaian swasembada yang berkelanjutan Padi, Jagung, dan Kedelai, maka ketersediaan lahan merupakan faktor utama yang tak tergantikan. “Pemerintah melalui kementerian pertanian telah menetapkan upaya khusus pencapaian swasembada berkelanjutan padi,jagung dan kedelai melalui kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi tersier dan sarana pendukung lainnya,” paparnya.

Katanya, bantuan dari pemerintah berupa Program Penyediaan dan Pengembangan Prasarana dan Sarana Pertanian, dengan hasil (outcome) yaitu Penambahan Luas Pertanaman . “ Sementara Indikator Kinerja Utama yakni, Tercapainya Perluasan Areal Tanam, Jumlah Penambahan Luas Baku Lahan Padi dan Jumlah Penambahan Luas Tanam Padi ,” jelasnya.

Sementara menurut Kepala Bidang Keterjangkauan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Banten, Budiyana mengungkapkan, bahwa dalam strategi pengembangan kelompok tani atau lumbung pangan masyarakat perlu didukungan oleh semua pihak dalam keberhasilannya.“ Dengan kegiatan ini, akan dijelaskan dari BP3 balai pengkajian teknologi pertanian dari kementerian pertanian,” Katanya.

Dalam paparannya, narasumber dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (Litbang) Kementerian Pertanian, Kartono mengatakan, selain soal kemiskinan penduduk dan kerawanan pangan, persoalan lain yang terjadi saat ini yakni dampak anamoli iklim yang sulit diprediksi, yang berpotensi menimbulkan ketidakpastian dalam produksi (gagal panen, banjir dan kemarau panjang) dan kejadian bencana lainnya,” terangnya.

Selain itu katanya, masa panen yang tidak merata antar waktu dan daerah, yang mengharuskan adanya cadangan pangan. “Banyak kejadian darurat yang kini memerlukan adanya cadangan pangan untuk penanganan pasca bencana, penanganan rawan pangan dan bantuan pangan disetiap wilayah,” jelasnya.

Kartono mengatakan, bahwa dalam upaya tersebut pemerintah telah menetapkan dalam pemberdayaan bagi masyarakat petani, melalui keputusan kementerian pertanian diantaranya, yakni PERMENTAN No 82 Tahun. 2013 program Pembinaan Keltan dan Gapoktan.

Kemudian dengan diterbitkannya, SK PERMENTAN Nomor 67 Tahun. 2016 program Pembinaan Kelembagaan Petani, dan SK PERMENTAN Nomor 8 Tahun 2014 Pengembangan Lumbung Pangan Masayarakat (LPM). “Dan dengan diterbitkannya SK KEMENTAN Nomor 05 Tahun 2015 Pengembangan Lumbung Pangan Masyarakat (LPM),” imbuhnya.

Dalam presentasinya, kelompok-kelompok LPM yang terpilih sebagai LPM berprestasi yaitu LPM ‘Sejahtera’ dari Kota Serang, LPM ‘Cirelang jaya’ Kabupaten Tangerang, LPM ‘Sinar Makmur’ Tangerang, dan LPM ‘Makmur Jaya’ Kabupaten Serang. (*/ADV)

Tinggalkan Balasan

cinta-alam-hijau-e1444135113833