«

»

Des 04

Mantan Presiden Yaman Ali Abdulah Saleh Tewas Terbunuh

SANAA, Mantan presiden Yaman Ali Abdullah Saleh telah tewas di ibu kotaYaman, Sanaa, Senin (4/12). Kabar itu disampaikan stasiun radio kementerian dalam negeri Yaman yang dikuasai Houthi. Saleh telah tewas dalam pertempuran dengan mantan sekutunya.

Media yang dikendalikan oleh pemberontak gerakan Houthi mengutip pejabat yang menyatakan kematian Saleh sebagai akhir dari krisis milisi pengkhianat dan pembunuhan pemimpinnya.

Menurut Al Arabiya TV, sumber di partai Kongres Rakyat Saleh juga menegaskan bahwa dia telah meninggal. Gambar dan video yang beredar daring menunjukkan tubuh seorang pria menyerupai Saleh dengan luka kepala yang parah.

Mantan presiden yaman ali abdullah saleh


Hingga pekan lalu, pendukung Saleh telah berperang bersama Houthi dalam perang melawan presiden Yaman saat ini, Abdrabbuh Mansour Hadi. Namun ketegangan politik yang telah berlangsung lama dan perselisihan mengenai penguasaan masjid utama di Sanaa yang dikuasai pemberontak, memicu bentrokan sengit yang menyebabkan lebih dari 125 orang tewas dan 238 lainnya cedera sejak Rabu malam.

Rekaman yang beredar di media sosial pada Senin (4/12) tampaknya menampilkan sosok mayat yang menyerupai Saleh. Ada pula satu video menunjukkan bagaimana milisi bersenjata menggunakan selimut untuk memindahkan mayat itu ke bagian belakang truk pickup.

Sejauh ini, belum ada konfirmasi independen atas kematian Saleh. Tetapi diatidak tampil di depan publik sejak laporan kematiannya muncul.

Pihak Saleh sebelumnya membantah bahwa pemimpin mereka telah terbunuh. Mereka mengatakan bahwa Saleh terus memimpin pasukan dalam bentrokan melawan mantan sekutunya yang menjadi musuh, pemberontak Houthi, di Sanaa.

Sumber yang dekat dengan Saleh mengatakan kepada Al Jazeera bahwa kepala keamanan mantan presiden Saleh, Hussein al-Hamidi, juga terbunuh. Namun sumber tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Laporan kematian Saleh terjadi dua hari setelah mantan presiden tersebut menyatakan keterbukaannya pada perundingan dengan koalisi pimpinan-Arab yang memerangi pemberontak Houthi.

Komentar Saleh pada hari Sabtu terjadi setelah bentrokan mematikan antara pasukan yang setia kepadanya dan pemberontak Houthi. Bentrokan itu menandakan berakhirnya front persatuan mereka melawan koalisi pimpinan-Arab.

Saleh memerintah Yaman selama lebih dari tiga dekade sebelum digulingkan pada tahun 2012. Namun, dia tetap menjadi pemain kunci pada tahun-tahun berikutnya dan memainkan peran penting dalam konflik yang sedang berlangsung di negara ini.

Houthi, yang diyakini didukung oleh Iran, menyerang Sanaa pada September 2014. Mereka menguasai kota tersebut dan akhirnya mendesak Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi, yang menggantikan Saleh pada tahun 2012, untuk melarikan diri ke Arab Saudi.

Pada Maret 2015, satu koalisi pimpinan-Saudi turun tangan untuk mengembalikan pemerintahan Hadi. Tiga bulan kemudian, setelah serangan udara koalisi pimpinan Saudi menyasar di rumahnya di Sanaa, secara resmi Saleh mengumumkan untuk pertama kalinya pembentukan aliansi dengan Houthi. (Al Jazeera/BBC/SP)

Tinggalkan Balasan

cinta-alam-hijau-e1444135113833