«

»

Okt 02

Mendagri : Sebar Fitnah ! Isu PKI Selalu Muncul Jelang Pilkada dan Pilpres

JAKARTA, – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo heran atas isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI), ini seiring semakin dekatnya waktu menuju pilkada serentak 2018 dan pemilihan presiden 2019. Pengembangan isu PKI kerap muncul disetiap jelang pelaksanaan pilkada atau pemilu.

Menurut Tjahjo, anggapan bahwa PKI akan muncul lagi dan memiliki banyak anggota adalah fitnah. “Ini saya kira upaya-upaya politik yang seharusnya sebagai anak bangsa, tokoh nasional, atau siapapun, harusnya sudah mulai singkirkan,” kata Tjahjo di kawasan Kalibata, Jakarta, Senin (2/10).

Mendagri menyarankan, siapapun orang yang hendak menjadi Presiden bersaing secara sehat. Menurutnya, pertarungan ‘gagasan’ lebih dibutuhkan dibandingkan saling menyebar fitnah terhadap lawan politik masing-masing.

Mantan Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan menilai, fitnah mengenai kebangkitan PKI dapat merusak kebinekaan anak bangsa. “Sudah jelas, baik sikap Presiden dan seluruh bangsa ini tahu, para alim ulama tahu, para tokoh juga tahu, tokoh masyarakat tahu, generasi muda tahu, bahwa PKI itu organisasi terlarang di Indonesia,” tegasnya.

Presiden Joko Widodo telah menegaskan, agar masyarakat memegang teguh nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Sehingga langkah tersebut, dapat memperkuat bangsa dari berbagai ancaman kehancuran bangsa.

Menurut Presiden Jokowi, jika Pancasila menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, peristiwa seperti 30 September 1965 silam tak akan terulang.

Dan Mendagri meyakini, pemerintah tetap menjalankan amanat Tap MPRS Nomor 25 tahun 1966 tentang Pelarangan Keberadaan PKI, seperti yang ditegaskan Presiden Jokowi sebelumnya. ” Ini jelas sekali. Saya kira tidak perlu saya ulang-ulang,” tandas Presiden Jokowi, di kawasan Lubang Buaya, Jakarta, Minggu (1/10) kemarin.

Isu Muncul Dituding Dari ‘Politikus Busuk’

Sementara, dari berbagai yang pro dan kontra di Medsos yang ramai dibicarakan tentang ‘isu PKI’, bahwa ada kesengajaan dari partai-partai dan politikus busuk yang ditudingkan ke mereka sebagai partai miskin ide. “Ini kerap muncul, kalo tidak didukung oleh dua partai tersebut,” komen salah satu dalam grup medsos.

Seperti di Solo komennya, dan dua partai tersebut kebetulan mendukung jokowi dan wakilnya tidak ada itu isu PKI. Pun demikian di pilgub DKI, kedua partai itu mengusungnya juga dan itupun tidak muncul isu PKI. Lain halnya seperti di pilpres, dan tidak diusung oleh kedua partai tersebut, maka muncul kembali isu-isu PKI.

“Nah lo, ada apa dengan kedua partai yang satu menyuarakan ukhuwah (agama) dan yang satunya lagi partai baru menyuarakan nasionalisme,” celotehnya dalam medsos di grup tersebut. (*/cnn.indonesia/Ist)

Tinggalkan Balasan

cinta-alam-hijau-e1444135113833