«

»

Nov 22

Mengenal Hawa Nafsu Dan Diri Manusia

Etiknews.Com, – MANUSIA DAN NAFSU adalah, sebuah perwujudan yang nyata dalam diri setiap manusia. Maka berbahagialah bagi manusia yang sudah bisa mengendalikan hawa nafsunya, karena berarti sudah mengenal jati diri sesungguhnya dalam mencapai keridho’an Allah SWT.

Dalam sebuah Hadist Rasullullah SAW Bersabda:
“INNA AURAMA YANJURU MIN AKMALIHIS SHALAT, PA’IN ZAJAT LAHU NUJIRA FISA IRI AKHMALIHI WAIN’LAM TAJUD LAHU YANJURU FISAI’IN MIN AKHMALIHI BAKDA,” Artinya : Sesungguhnya yang mula-mula dilihat oleh Allah dari amal perbuatan anak manusia adalah shalatnya. Apabila shalatnya sempurna, maka diterimalah shalatnya itu dengan amal-amal yang lain. Jika shalatnya tidak sempurna, maka ditolaklah shalatnya itu dengan amal-amal yang lain. (HR.Al-Hakim).

“YAKTI ALANNAASI ZAMANU YUSALLUUNA WAYA TUSALLUUN “ Artinya : Akan datang kepada manusia suatu zaman, banyak yang shalat padahal sebenarnya mereka tidak Shalat (HR.Ahmad).

“FAWAILUL LIL MUSOLLIN ” Artinya : Maka celakalah bagi orang-orang yang shalat.

“ALLADZINAHUM AN SHALATIHIM SAHUN”…….(yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya. (QS Al-Maun: 4,5)

“QOD AFLAHA MAN TAJAKKA, WAJA KHAROS MIROBBIHI FASHOLLAH” Artinya :Sesungguhnya berbahagialah orang-orang yang selalu mensucikan dirinya (jiwanya). Dan ia ingat nama Tuhannya lalu ia shalat. (AL-A’LQA: 14,15).

APA ITU MANUSIA

Wujud Manusia tatkala dilahirkan ke alam dunia, maka bayi manusia itu menangis. Dan tangisan tersebut mengandung makna diantaranya, sebagai berikut ;

Yaitu Tangisan pertama manusia itu, merasa berat bebannya karena harus menanggung Rahasia Allah SWT (Nyawa/Ruh).

Dan tangisan kedua bayi manusia, merasa gembira karena telah dilahirkan ke dunia dan menjadi makhluk yang termulia.

Maka, bayi yang berumur satu hari membawa kalimah ‘pikun’ dan ketika Bayi mulai ketawa ‘Ahmad’ namanya. Kemudian, masa genggaman tangan mulai terbuka ‘Muhammad’ namanya. Kemudian, sampai akil Baliqh, namanya ‘Muhammad’. Kemudian pada masa akil Baliqh inilah segala perintah Allah wajib baginya.

Manusia atau Insan itu terdiri dari unsur ; 1. Jasmani atau Jasad Kasar 2. Rohani atau Jasad Halus.

Jasmani atau Jasad kasar ini dinamakan Muhammad. Sedangkan Rohani atau Jasad Halus dinamakan diri Bhatin atau Roh atau diri Rahasia Allah. Tanpa diri batin atau Roh, manusia itu disebut mayat.
Jadi yang dinamakan manusia itu karena dia menanggung Rahasia Allah (Nyawa/Ruh).

Karena manusia menanggung ‘Rahasia Allah SWT ‘(diri Bhatin/Nyawa/Ruh), maka manusia harus berusaha mengenal dirinya, yaitu diri yang sebenar-benarnya diri dan dengan mengenal dirinya manusia akan mengenal Tuhannya, sehingga lebih mudah kembali menyerahkan dirinya kepada yang punya diri pada waktu dipanggil oleh Allah SWT, yaitu tatkala berpisah antara Ruh/Nyawa dengan jasadnya.

Manusia akan berguna di sisi Allah SWT, jika ia dapat menjaga Rahasia Allah (Nyawa/Ruh), yaitu diri yang sebenar-benarnya jati dirinya sendiri. Sehingga sholat itu bukan berarti hanya menyembah, tapi suatu bentuk istiadat manusia penyaksian diri sendiri dan sesungguhnya tiada diri kita itu hanyalah Allah SWT semata.

Kita menyaksikan bahwa diri kitalah yang membawa dan menanggung Rahasia Allah SWT tersebut, dan tiada sesuatu pada diri kita ini terkecuali hanya Rahasia Allah SWT, serta tiada sesuatu yang kita punya kecuali Hak Allah SWT semata.

“INNA ‘ARODNAL AMANATA ‘ALAS SAMAWATI WAL ARDI WAL JIBAL. FA ABAINA ANYAH MIL NAHA WA’ASFAKNA MINHA WAHAMALAHAL INSANU” (Al-Quran Surat AL-AHZAB: 72) Artinya : “Sesungguhnya kami (Allah) telah menawarkan suatu amanat kepada langit, Bumi, dan Gunung-gunung, tapi mereka enggan menerimanya (Memikulnya) karena merasa tidak akan sanggup, kemudian hanya manusia yang sanggup dalam menerimanya”.

Dan karena Firman Allah inilah kita wajib mengucap (kalimat syahadat).

“ASHADU ALLAA ILAAHA ILALLAH, WA ASHADU ANNA MUHAMMAD DARRASULULLAH”. Artinya: Kita bersaksi dengan diri kita sendiri, bahwa tiada yang nyata pada diri kita hanya Allah SWT. Semata, dan tubuh zahir kita (Muhammad) sebagai tempat menangggung Rahasia Allah.

ALLAHUMMA SHOLLI ‘ALA SAYIDINA MUHAMMAD WA’ALA ALI SAYIDINA MUHAMMAD. KAMA SHOLAITA ‘ALA SAYIDINA IBROHIM, WA’ALA ALI SAYIDINA IBROHIM, WABARIK ‘ALA SAYIDINA MUHAMMAD, WA’ALA ALI SAYAIDINA MUHAMMAD, KAMA BAROK TA ‘ALA SAYIDINA IBROHIM, WA’ALA ALI SAYIDINA IBROHIM. FIL ALAMINA INNAKA HAMIDUMAJID. (dzikir bersholawat).

Dan ini dalam dasar Hukumnya. “WA FII ANFUSIKUM AFA LAA TUBSHIRUUN” Artinya : “Aku (Allah) ada pada dirimu (Jiwamu) mengapa kamu tidak memperhatikan(tidak melihat atau menyadarinya). (AL-QUR’AN Surat AL-ZARIYAT: 21.)

“WALIL LAHIL ASMA’UL HUSNA FAD ‘UHU BIHA” Artinya : “Hanya milik Allah Asma’ul Husna, maka mohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asma’ul Husna itu (QS.AL-ARAF: 180).

“INNAMA YATAZAK KARU ULUL-ALBAB” Artinya : “ Hanya orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran ini.
(QS.AR-RADU: 19).

“ALLADZINA YUFUNA BI’AHDILLAHI WALA YAN QUDUNAL MISAQ” Artinya : “(yaitu) orang-orang yang memenuhi janji. (QS.AR-RADU: 20).

BENTUK NAFSU

Suatu perlakuan naluri setiap diri manusia yang mendorong manusia berperilaku menyimpang, yang tentunya sangat bertentangan dengan syariat dan hakekat Allah SWT. Karena nafsu itu, merupakan tahap hijab yang harus ditembus atau dipecahkan oleh seorang anak manusia untuk mengenal dirinya dan mengenal Tuhannya.

Tanpa memecahkan dinding hijab ini, manusia tidak mungkin dapat kembali kepada Tuhannya semasa hidupnya di dunia atau mematikan dirinya sebelum mati.

Ada Tujuh (7) martabat nafsu dalam diri manusia, yaitu ;

NAFSU AMARAH : dimurkai Allah SWT
NAFSU LAWAHMAH : dimurkai Allah SWT
NAFSU MULHAMAH : dimurkai Allah SWT
NAFSU MUTMAINAH : diridhai Allah SWT
NAFSU RADIAH : diridhai Allah SWT
NAFSU MARDIAH : diredhai Allah SWT
NAFSU KAMALIAH :disempurnakan Allah SWT

Firman Allah SWT, “WALAKAT HALAKNA PAUKA KUM SAB’ATARA-IKA” Artinya : Kami telah menciptakan dirimu tujuh jalan (nafsu). (Q.S. Al-Mu’minun: 17)

Yang memancarnya suatu ‘Nur’ di dalam jantung itulah yang dinamakan Qalbu (Iman). Setelah memecahkan dinding hijab yang disebut Nafsu ‘Amarah’. ‘INNAN NADSA LAAM MARATUN BISSU’I’ Artinya : Sesungguhnya nafsu amarah itu senantiasa menyuruh untuk berbuat jahat.

Semoga bermanfaat, salam alaika. (*)

Sumber : Dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

cinta-alam-hijau-e1444135113833