«

»

Des 15

Menyoal Yerusalem, Negara UE Sepaham dengan Negara-Negara OKI

BRUSSELS, – Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi terus melanjutkan diplomasi untuk mendukung Palestina dengan bertemu Komisioner Uni Eropa (UE) untuk Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Federica Mogherini di markas UE, Brussels, Belgia, Kamis (14/12) kemarin.

Dalam pertemuan yang berlangsung hampir satu jam itu, Retno menyampaikan hasil pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (KTT LB OKI) sehari sebelumnya, Rabu (13/12), dan meminta kelompok negara itu tetap berpegang teguh pada keputusan status quo atas Yerusalem seperti ditetapkan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Didier Reynders di Brussels, Belgia, Selasa (10/10). (Dok.Kemlu.go.id)


Retno mengatakan UE sudah menyatakan bahwa posisi mereka tidak mendukung apa yang disampaikan oleh Amerika Serikat (AS). UE sejauh ini juga memberikan bantuan cukup besar kepada Palestina.

“Saya sampaikan informasi atas hasil KTT, Indonesia sepenuhnya hadir di sana. Saat kita bicara mengenai masalah Yerusalem Timur, posisi UE sama dengan posisi negara-negara OKI,” kata Retno seperti dikutip dari siaran pers Kementerian Luar Negeri RI.

Dalam pertemuan itu, Retno juga mengutarakan harapan agar semua negara UE dapat mengakui Palestina sebagai negara merdeka. Retno menyatakan anggota OKI bersatu dan tegas mengecam serta menolak keputusan AS yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

“Indonesia mengharapkan negara-negara Uni Eropa untuk tidak mengikuti jejak unilateral Amerika Serikat mengenai status Yerusalem,” kata Retno.

Ajakan Untuk Negara UE

Retno mengajak UE ikut mendukung Palestina lewat berbagai bantuan kemanusiaan, ekonomi, dan peningkatan kapasitas. Hal ini penting agar pemerintah dan rakyat Palestina pada akhirnya bisa memerintah negaranya sendiri.

Ini merupakan upaya Indonesia untuk menggalang dukungan dari negara-negara lain dalam hal ini diantara negara Barat agar tidak mengakui dan mengikuti keputusan AS terhadap Yerusalem,” kata Retno.

Saat ditanyakan mengenai peluang Indonesia sebagai mediator dalam konflik ini menggantikan AS yang dianggap Presiden Palestina Mahmoud Abbas sudah tidak layak lagi. “ Saya belum dapat sampaikan informasi karena kita blm bahas sebaiknya ke depan seperti apa,” ujar Retno.

Selain isu Palestina, menlu RI dan komisioner UE juga membahas perkembangan di Rakhine State. UE mengharapkan agar perjanjian antara Bangladesh dan Myanmar mengenai repatriasi pengungsi dapat segera diimplementasi. (*/SP/Ist)

Tinggalkan Balasan

cinta-alam-hijau-e1444135113833