«

»

Agu 15

MUI Kecam Penggerak Demo, Teriakan ‘Bunuh Mendikbud’ !

JAKARTA, – Ketua Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI, Sudarnoto Abdul Hakim mengecam, kepada penggerak demonstrasi yang melibatkan anak-anak, untuk melakukan demo menentang dalam kebijakan Lima Hari Sekolah (LHS) dengan teriakan yang sangat mengejutkan “Bunuh Mendikbud”.

Menurut Sudarnoto, demo tersebut mencerminkan ketidakpedulian terhadap akhlaqul karimah dan kepribadian luhur yang seharusnya dibangun untuk anak didik dan diperkuat oleh lembaga pendidikan, para guru, orang tua dan semua pihak.

“Penggerak demo anak-anak telah mengeksploitasi secara tidak bertanggung jawab anak-anak dan merusak prinsip luhur pendidikan sebagaimana yang ditekankan dalam Pancasila untuk kepentingan menentang LHS,” ujar Sudarnoto di Jakarta, Senin (14/8).

Demo anak-anak yang videonya sudah beredar luas tersebut, kata dia jelas-jelas sekali menanamkan benih sikap kekerasan baik kekerasan berpikir, sikap dan ucapan di kalangan anak-anak. Menurut dia, ini tidak sekedar merusak atau menghancurkan kepribadian anak-anak, akan tetapi juga membahayakan orang lain.

“Kekerasan dalam bentuk apapun, sangat bertentangan dengan nilai luhur dan prinsip ajaran Islam, menentang Pancasila sekaligus merusak martabat. Apa yang dilakukan anak-anak saat melakukan demonstrasi, juga merusak cita-cita demokrasi,” tandas dia.

Demo Intimidasi dan Teror
Anak anak, lanjut Sudarnoto sejak awal diajari untuk menentang secara all out bahkan dengan cara-cara paksaan dan melakukan tindakan kekerasan terhadap siapa saja yang pandangan dan sikapnya berbeda. Demonstrasi tersebut mengajarkan tindakan-tindakan intimidasi dan teror.

“Penggerak demo, benar-benar tidak waras. Seharusnya, anak anak diajari kesopanan dan bersikap luhur apalagi sepertinya yang mendemo adalah santri,” ungkap salah satu Wakil Ketua PP Muhammadiyah ini.

Dia menyerukan kepada semua guru, pendidik, ustadz, lembaga pendidikan dan kekuatan-kekuatan ormas Islam untuk bersedia menentramkan dan menciptakan kesejukan agar kehidupan berbangsa dan bernegara bisa berjalan dengan baik, terbebas dari intimidasi oleh siapapun, terbebas dari fitnah dan caci maki yang akhir-akhir ini muncul siapapun yang melakukan. Rakyat atau masyarakat rindu dan membutuhkan keteladanan.

“Saya berharap info dan video demo anak-anak tersebut adalah hoax. Tapi jika benar terjadi, maka otak dan penggeraknya harus diproses secara hukum. Pihak yang berwenang harus menelusuri kebenaran berita ini,” tandasnya. (*/SP-YUS)

Sumber: S P

Tinggalkan Balasan

cinta-alam-hijau-e1444135113833