«

»

Des 04

Pabrik Pil PCC di Semarang Digerebek BNN

SEMARANG, – Rumah yang digunakan sebagai tempat pembuatan pil PCC di Jl Halmahera 27, diduga baru digunakan selama tiga bulan. Pabrik itu bahkan disamarkan sebagai pabrik roti.

Seorang petugas keamanan tetangga rumah yang digerebek, Mulyono mengatakan, ia sempat bertanya pada tukang yang mereparasi rumah tersebut beberapa waktu lalu. Katanya mau digunakan untuk produksi roti. Namun ia tak menyangka ternyata bukan roti yang diproduksi, melainkan obat yang tidak memiliki izin edar. “Setahu saya baru sekitar tiga bulan ini dipakai” ungkap Mulyono.

Namun Mulyono mengaku tak merasa curiga kepada penghuni rumah tersebut. Dia tak menyangka kalau rumah tersebut ternyata memproduksi pil PCC.

Pil PCC (Ist)


Dijelaskan, dia dulu sempat mengetahui saat penghuni baru tersebut memasang blower di bagian atas rumah. Saat itu dia mengira alat itu digunakan sebagai pendukug dalam memproduksi roti.

Namun, Mulyono merasa ada yang janggal karena rumah tersebut selalu tertutup. Aktivitas keluar masuk rumah tersebut biasanya dilakukan pada pagi dan sore hari. “Biasanya keluar kalau pagi, mobil keluar langsung ditutup lagi, sore sekitar jam 4-an juga masuk langsung ditutup lagi, nggak pernah ada komunikasi. Berbeda dari yang pengontrak di sini sebelumnya,” ujar Mulyono.

Sebelumnya rumah tersebut dikontrak oleh seseorang dan digunakan untuk memproduksi sarang walet. Aktivitas yang dilakukan oleh penghuni sebelumnya juga selalu terbuka kepada warga sekitar. “Kalau yang dulu saya juga tahu dalamnya seperti apa. Saya suka masuk ngobrol juga sama pegawainya, tapi kalau sekarang nggak pernah ada komunikasi sama sekali. Ini rumahnya memang beberapa kali dikontrakkan,” pungkas Mulyono.

Direktur Penindakan dan Pengejaran (Dakjar) BNN Brigjen Irwanto mengatakan, penggerebekan dilakukan serentak di tiga kota, yakni Semarang, Solo, dan Tasikmalaya. Dari tiga kota tersebut juga diamankan dua orang pengendali tempat yang diduga sebagai pabrik pembuatan pil PCC tersebut. “Tersangkanya dua orang, yakni Ronggo dan Joni. Ronggo itu yang mengendalikan tempat di Tasik dan Solo, sedangkan Joni yang di Semarang,” ungkap Irwanto.

Di Semarang, selain rumah kontrakan di Jalan Halmahera Nomor 27, ada juga lokasi lain yang digerebek yakni di daerah Jalan Gajah Raya yang diduga digunakan sebagai gudang penyimpanan pil PCC tersebut. “Barang bukti masih kita hitung semua, kita juga menunggu barang bukti dari Solo dan Tasik,” ujar Irwanto. (*/SP/Ist)

Tinggalkan Balasan

cinta-alam-hijau-e1444135113833