«

»

Agu 14

Peleburan Aluminium Tidak Berijin ‘Ancam Kesehatan’ Warga di Desa Pangkalan Tangerang

TANGERANG, – Aktifitas peleburan Aluminium yang diduga tidak berijin kini menimbulkan sejumlah persoalan yang berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat disekitar Desa Pangkalan, serta terhadap siswa yang bersekolah di MTSN 6 Kabupaten Tangerang,Banten.

Akibat dari aktivitas pembakaran itu, menyebabkan polusi udara yang mengakibatkan penyakit sesak pernapasan bagi masyarakat umum yang ada disekitar Desa Pangkalan. “Bahkan akibat peleburan atau Pembakaran sejenis aluminium itu, berdampak bagi siswa dan guru yang sudah sangat mengganggu terhadap kegiatan belajar dan mengajar di MTSN 6 Kabupaten Tangerang,”ungkap Kepala Sekolah MTSN 6 Kab.Tangerang, Fahruroji.

Salah Satu Lokasi tempat pembakaran limbah aluminium di bantaran kali Cisadane, Kab.Tangerang-Banten

Katanya, Aktifitas Pembakaran aluminium yang berlokasi di Desa Pangkalan, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang-Banten sudah sangat mengganggu terhadap kesehatan dilingkungan sekitarnya. “Siswa dan guru di MTs Negri 6 yang sangat berdekatan dengan peleburan Aluminium, sangat tidak nyaman akibat asap dan bau yang ditimbulkan. Apabila masuk keruangan kelas ada rasa pengap, serta pernah beberapa guru dan murid kami yang pingsan karena sesak dan tidak bisa menghirup udara segar”terang Fahruroji.

Fahruroji menambahkan, pihaknya sudah beberapa kali melayangkan surat ke Instansi pemerintah di Kabupaten Tangerang-Banten, baik ke Kecamatan sampai surati ke Dinas BLHD kabupaten Tangerang, DPRD kabupaten Tangerang, bahkan ke Bupati Tangerang.

“Kami sangat menyayangkan pihak pemerintah kabupaten Tangerang baik dari tingkat kecamatan Teluknaga terkesan mengabaikan keluhan-keluhan kami ini. Sampai saat ini, kami masih menunggu dari pihak pemerintah untuk menindak lanjuti keluhan warga dan kami dari pihak sekolah”jelasnya

Tidak Ada Tindakan
Hal senada juga diungkapkan oleh Anggota BPD Desa Pangkalan, Ajos, katanya akibat aktivitas perusahaan pembakaran Aluminium ini, masyarakat sudah sangat tergganggu. “Sepertinya, perusahaan sudah tidak memperdulikan lagi soal dampak polusi udara yang ditimbulkannya. Kami sudah beberapa kali menegur secara lisan atau tulisan, namun para pengusaha peleburan itu tidak mengindahkan keluhan itu,”ujarnya.

Kata Ajos, tindakan dengan melayangkan surat kepada pihak kecamatan untuk segera memberhentikan usaha yang tidak berijin dan mengganggu kesehatan masyarakat dan lingkungan sekitar.

Lanjutnya, seringkali Siswa di MTSN Negeri 6 Teluknaga seperti dialami oleh Kurniawan dan Selfi mengeluhkan akibat aktivitas Pembakaran Aluminium yang sering membuat pernapasannya pengap dan pusing-pusing ketika sedang mengikuti KBM. “Sudah sering terkenan penyakit batuk-batuk dan sesak napas, hingga saat ini lingkungan sekolah kami menjadi kotor dengan debu yang berwarna hitam pekat,” ucapnya.

Ketika dikonfirmasi, salah satu pengusaha pengelola pembakaran Aluminium, Fredy selaha mengatakan, persoalan itu bukan hanya perusahaannnya saja yang menjalankan usaha pembakaran Aluminium di bantaran kali Cisadane. “Banyak perusahaan yang sama di sepanjang kali Cisadane, kalau mau ditutup ya harus semua di tutup. Karena, mereka pun sama tidak memiliki perijinan dan bukan kami saja yang usahanya membakar Alumunium yang ada dibantaran Cisadane. katanya enteng. (Jasep)

Tinggalkan Balasan

cinta-alam-hijau-e1444135113833