«

»

Nov 05

Pemerintah Arab Saudi Tangkap Pangeran Tersangka ‘Korupsi’

RIYADH, – Pemerintah Arab Saudi menyatakan tidak akan memberikan perlakuan istimewa kepada para pejabat yang ditangkap terkait kasus korupsi, Minggu (5/11). Komite Anti Korupsi Saudi pimpinan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, yang baru saja dibentuk, langsung memerintahkan penangkapan mengejutkan atas penangkapan 11 pangeran, 4 menteri, dan belasan mantan menteri.

Salah satu tersangka yang ditangkap adalah miliuner Pangeran Alwaleed bin Talal yang memiliki Kingdom Holding. Alwaleed adalah salah satu orang terkaya di Timur Tengah, bahkan di dunia, sehingga penangkapannya bisa mengguncang dunia keuangan.

“Para tersangka menerima hak dan perlakuan sama seperti warga Saudi lainnya. Posisi tersangka atau statusnya tidak mempengaruhi penerapan keadilan yang jujur dan kokoh,” kata Jaksa Agung Sheikh Saud bin Abdullah bin Mubarak Al-Mujeb, lewat pernyataannya kemarin.

Bendera Arab Saudi


Penangkapan ini dipandang sebagai langkah putra mahkota muda tersebut untuk mengukuhkan kekuasannya dengan mengurangi para pesaing takhta kerajaan. Sebagai putra yang disukai Raja Salman, Mohammed (32), dalam kurun kurang dari tiga tahun mengawasi hampir setiap aspek utama Arab Saudi seperti ekonomi, pertahanan, keamanan internal, reformasi sosial, dan kebijakan luar negeri.

Alwaleed bin Talal adalah investor yang menguasai saham di sejumlah perusahaan besar dunia termasuk Twitter, Apple, Citigroup, News Corp milik Rupert Murdoch, Time Warner, serta jaringan hotel dunia Four Seasons, Fairmont, dan Movenpick. Dia juga investor dalam layanan taksi online, Lyft and Careem, yang keduanya adalah kompetitor Uber di Amerika Serikat (AS) dan Timur Tengah.

Media resmi Saudi belum mengumumkan penangkapan tersebut, tapi tersangka lain yang juga ditangkap dilaporkan termasuk putra Raja Abdullah, Pangeran Miteb bin Abdullah yang dicopot dari jabatannya sebagai kepala Garda Nasional tadi malam. Tuduhan atas para tersangka belum jelas, tapi media Saudi, Al Arabiya, menyatakan komite baru itu sedang menyelidiki tanggapan atas banjir di kota Jeddah yang menewaskan lebih dari 100 orang pada 2009, serta wabah Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS) yang kadang kala fatal.

“Kesamaan dari mereka yang ditangkap adalah mereka terlibat dalam skandal publik dan masalah korupsi yang diketahui setiap orang. Mereka adalah poster dari anak-anak korupsi,” kata seorang peneliti dari Dewan Atlantik Pusat Rafik Hariri untuk Timur Tengah, Mohammed Khalid Alyahya. “Pesan yang ingin dikirimkan, ini tidak lagi ditoleransi,” tambahnya.

Pangeran Alwaleed sering difoto bersama kapal pesiar mewahnya seharga jutaan miliaran dolar seluas 85,65 meter. Dia juga dikenal sebagai salah satu bangsawan Saudi yang paling blak-blakan, termasuk dalam hak-hak perempuan. Dia merupakan pemilik mayoritas Kelompok Rotana yaitu jaringan hiburan terbesar di dunia Arab. (*/Al Arabiya/Reuters/AP/Arab News/Ist)

Tinggalkan Balasan

cinta-alam-hijau-e1444135113833