«

»

Sep 13

Penggiat Lingkungan ‘Bala Daun’ Aktifkan Advokasi Masyarakat

BANTEN, – Meski terbilang baru berkiprah dalam gerakannya, dan berawal bentuk rasa kepedulian terhadap kehidupan masyarakat di Banten, khususnya masyarakat perdesaan yang banyak terdampak akibat pencemaran lingkungan dari kegiatan perusahaan-perusahaan yang ada di wilayah Banten.

Aktivis atau Penggiat lingkungan ‘Bala Daun’ di Banten ini, mulai bersosialisasi dan sisir masyarakat diperkampungan-perkampungan yang ada di beberapa wilayah Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang,Banten. Kegiatan ini, untuk memberikan pengetahuan soal tata cara lingkungan yang sehat dan terjaga serta siap memberikan advokasi kepada warga di Desa Barengkok.

Hal ini menurut ketua penggiat lingkungan Bala Daun, D.Mulyadi, untuk memberikan motivasi bagi masyarakat dan aparat desa agar mulai peduli terhadap lingkungan di wilayahnya. “Sebab, persoalan lingkungan adalah hal yang sangat penting diketahui oleh masyarakat. Bagaimana cara mereka (masyarakat) dapat menjaga lingkungan agar tetap asri dan sehat untuk keberlangsungan hidup dan kehidupan masyarakat itu sendiri,”ujarnya, Rabu (13/9/2017), disela-sela sosialisasi di Desa Barengkok.

Logo baru penggiat lingkungan ‘Bala Daun’

Tujuan Keterlibatan Masyarakat

Mulyadi juga mengungkapkan, adalah kewajiban pemerintah dan setiap perusahaan untuk memenuhi hak-hak masyarakat sekitar perusahaannya yang terkait kehidupannya agar tetap terjaga dari sisi kesehatan kehidupan dan lingkungan pemukimannya. “Sudah seharusnya pemerintah harus memenuhi hak masyarakat tersebut, bukan hanya soal memikirkan penambahan pendapatan daerah dari setiap investor yang datang ke wilayahnya. Tetapi mengabaikan hak masyarakat untuk kesehatan hidupnya dan lingkungan tempat tinggalnya,” jelasnya.

Kata Mulyadi, sesuai Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, telah mengatur dan memberikan ruang yang sangat luas bagi masyarakat untuk dapat berperan serta dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. “Sehingga melalui asas-asas partisipatif yang menjadi salah satu asas dalam peraturan ini, setiap anggota masyarakat didorong untuk berperan aktif dalam proses pengambilan keputusan dan pelaksanaan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup baik secara langsung maupun tidak langsung,” paparnya.

Hal ini juga ditambahkan oleh pengurus lainnya, Linda Indrawati selaku sekretaris di pengurus penggiat lingkungan ‘ Bala Daun’, bahwa sudah ada aturan dan peraturan tentang tata cara penyusunan amdal bagi setiap perusahaan yang akan mendirikan usahanya itu. ” Dan ini sesuai peraturan Menteri LH nomor 17 tahun 2012, tentang keterlibatan masyarakat dalam penyusunan amdal dalam proses analisis mengenai dampak lingkungan hidup dan pengikutsertaan masyarakat dalam proses ijin lingkungan. Terlebih lagi, apabila menyangkut wilayah tempat tinggal kehidupannya yang terdampak akibat aktivitas perusahaan yang ada diwilayahnya,” jelas Linda.

Jadi imbuh Linda, pihaknya akan konsen untuk mendorong masyarakat agar pintar menjaga lingkungan dikehidupannya, serta tidak di bodohkan oleh kebohongan dari oknum birokrasi yang berakibat merugikan kehidupan masyarakat itu sendiri. ” Kami akan membela masyarakat itu tekad kami, agar kehidupan dan lingkungannya tetap sehat dan terpenuhi hak-haknya dari dampak pembangunan yang akan menyebabkan kerusakan pada kehidupan masyarakat serta lingkungan itu sendiri,” ucapnya.

Para penggiat Lingkungan ‘Bala Daun’ yang pergerakannya di Kota Serang, Banten, sedang menyusun rencana aksi-aksi program lingkungan agar hidup dan kehidupan di wilayah Banten bisa tetap terjaga, hijau dan asri. “Ketika ada aduan dari masyarakat kami akan turun dan membantu dalam advokasinya, sehingga masyarakat tidak dirugikan oleh oknum pengusaha dan lingkungannya terjaga serta tidak dirusak. Dan ini nomor kontak kami 085216421584 – 085216652237, ” ungkap Linda. (*/Ist)

Tinggalkan Balasan

cinta-alam-hijau-e1444135113833