«

»

Sep 12

Pesaing Gagal Kualifikasi, Halimah Yacob Terpilih Jadi Presiden Singapura

SINGAPURA, – Mantan Ketua Parlemen Singapura Halimah Yacob (62) siap untuk ditetapkan sebagai presiden perempuan pertama dari golongan Melayu di negara itu, setelah kandidat lainnya gagal masuk kualifikasi. Departemen Pemilihan mengumumkan bahwa Halimah menjadi satu-satunya calon presiden Singapura yang lolos untuk mendapatkan Sertifikat Kelayakan dan Sertifikat Masyarakat Melayu.

Singapura tidak akan menggelar pemilihan karena hanya ada satu kandidat. Halimah akan diumumkan sebagai presiden ke-8 Singapura oleh kepala eksekutif Petugas Pengembalian Otoritas Pasar Energi, Ng Wai Choong, Rabu (13/9) jika dokumen nominasinya sudah sesuai.

Masa jabatan mantan presiden Tony Tan selama enam tahun sudah berakhir pada 31 Agustus lalu. Pimpinan Dewan Penasihat Presiden, JY Pillay, telah menjadi presiden sementara sejak 1 September lalu. Halimah akan memulai jabatan presiden pada Kamis (14/9) setelah penominasiannya.

Total ada lima calon yang mendaftar dalam pemilihan presiden Singapura, yang disediakan untuk para kandidat Melayu. Batas akhir pendafataran calon pada 4 September lalu. Dua calon otomatis tidak memenuhi syarat karena salah satunya mengumumkan dirinya sebagai etnis Tionghoa dan satu lainnya menyatakan tidak menganggap dirinya sebagai anggota masyarakat etnis apa pun di Singapura.

Halimah Yacob adalah mantan anggota dari penguasa, Partai Aksi Rakyat, yang mulai masuk ke dalam dunia politik tahun 2001. Dia memenangkan empat pemilihan parlemen sebelum terpilih sebagai ketua. Saat akan maju sebagai presiden, Halimah mundur dari partainya bulan lalu.

“Saya hanya dapat mengatakan bahwa saya berjanji untuk melakukan yang terbaik yang bisa saya lakukan untuk melayani masyarakat Singapura, dan tidak mengubah entah ada pemilihan atau tidak,” kata Halimah, Senin (11/9).

Posisi presiden secara garis besar bersifat seremonial di Singapura. Konstitusi Singapura mengizinkan presiden untuk memveto cadangan negara dan beberapa penunjukan publik, tapi tidak memberikan pos untuk otoritas eksekutif apa pun.

Tahun lalu, anggota parlemen mengamendemen konstitusi dengan memasukkan pembatasan pemilihan presiden untuk ras tertentu. Hal ini dilakukan sebagai kebijakan afirmasi ketika sebuah kelompok ras tidak menjabat presiden dalam lima masa jabatan berturut-turut, atau selama 30 tahun.

Selain Halimah, dua ketua penyedia jasa kelautan Bourbon Offshore Asia Pasifik, Farid Khan (62), dan kepala eksekutif Second Chance Properties Mohamed Salleh Marican (67) juga menerima Sertifikat Masyarakat Melayu. Tapi Komite Pemilihan Presiden (PEC) menolak Sertifikat Kelayakan keduanya karena tidak memenuhi persyaratan.(*/Today Online/ABC/CNA/SP)

Tinggalkan Balasan

cinta-alam-hijau-e1444135113833