«

»

Nov 13

Presiden Jokowi dan PM Abe Gelar Pertemuan Bilateral

MANILA, – Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri jepang Shinzo Abe, melakukan pertemuan tingkat kepala negara/ pertemuan bilateral di Manila, Filipina, Minggu (12/11). Kedua pemimpin negara ikut hadir dalam KTT ASEAN di Manila.
Pertemuan tersebut yang berlangsung selama 25 menit itu juga dihadiri Kotaro Nogami, Deputy Chief Cabinet Secretary Jepang dan pejabat lain. Sementara dari pihak Indonesia, juga hadir Menlu Retno Marsudi dan pejabat lain.

Pada awal pertemuan, Presiden Joko Widodo yang juga akrab disapa Jokowi mengucapkan selamat atas kemenangan pada pemilihan Majelis Rendah beberapa waktu lalu dan atas terpilihnya kembali Perdana Menteri Abe.

Jokowi menyampaikan bahwa di bawah kepemimpinan PM Abe, hubungan kerja sama kedua negara khususnya di bidang ekonomi, telah dipromosikan. Lebih lanjut, dia juga menyampaikan keinginan agar proyek-proyek kerjasama di bidang infrastruktur yang dikemukakan oleh mantan perdana menteri Fukuda pada saat kunjungan beliau bulan Oktober lalu, dapat segera dilaksanakan.

Selain itu, Presiden Joko Widodo juga menyatakan keinginan untuk meneruskan kerja sama di bidang Pelabuhan Patimban, kereta cepat di jalur utara Jawa, MRT, pembangunan jalan tol Pulau Sumatera, serta kerja sama di bidang energi.

Menanggapi hal tersebut, PM Abe menyampaikan terima kasih sekali lagi atas keramahan yang diterima di Istana Bogor pada Januari lalu, sekaligus juga berterima kasih atas ucapan selamat yang disampaikan terkait kemenangan pada pemilihan di Majelis Rendah.

Selain itu, bersama-sama dengan Presiden Joko Widodo, kedua pihak mengumumkan logo mark untuk peringatan 60 tahun terjalinnya hubungan diplomatik antara kedua negara yang akan dirayakan pada tahun depan, yang diciptakan oleh siswa SMA dari Indonesia.

Perdana Menteri Abe juga menyampaikan keinginannya untuk memaksimalkan acara peringatan 60 tahun pada tahun depan melalui pertukaran antara pejabat tinggi.

Selain menyambut baik upaya kedua negara untuk bekerja sama pada pengembangan pulau-pulau terpencil, Abe juga menyampaikan tentang keputusan pemerintah Jepang untuk membantu 2 proyek, yaitu Patimban Port Development Project (I) dan Development of World Class University with Socio Entrepreneurial Spirit at Universitas Gadjah Mada oleh JICA dengan menggunakan skema bantuan pinjaman yen Jepang.

PM Abe juga mengemukakan keinginannya untuk bekerja sama secara erat untuk mewujudkan proyek kerjasama kedua negara dengan cepat pada proyek MRT, kereta cepat di jalur utara Jawa, proyek pembangunan drainase bawah tanah kota Jakarta, proyek energi dan lain lain.

Lebih lanjut, PM Abe juga mengatakan bahwa ada rencana dalam waktu dekat untuk bekerja sama dengan Bakamla dalam rangka meningkatkan kerjasama penegakan hukum di perairan. PM Abe juga mengatakan ingin bekerja sama demi kesuksesan The Annual Meetings of International Monetary Fund & World Bank Group (IMF-WBG) yang akan diselenggarakan bulan Oktober tahun depan.

Terkait hal itu, Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa Indonesia ingin merayakan peringatan 60 tahun terjalinnya hubungan diplomatik kedua negara, dan secara khusus ingin menjadikan momen ini untuk semakin mengembangkan proyek di bidang infrastruktur dengan Jepang.

Jokowi juga berterima kasih atas bantuan dukungan sistem keamanan dari Jepang terkait Asian Games tahun 2018, dan menyampaikan harapan untuk menyukseskan Asia Games mendatang. Mengenai hal ini, PM Abe mengatakan ingin bekerja sama demi suksesnya Asian Games tahun 2018, serta ingin meningkatkan kerjasama di bidang infrastruktur sebagai peringatan 60 tahun pada tahun depan.

Selain itu, kedua pemimpin mengadakan tukar pendapat mengenai situasi regional, diantaranya mengenai situasi Laut Cina Selatan dan Korea Utara dimana kedua pihak sepakat untuk lebih berhubungan lebih intensif di masa mendatang. Khusus terkait situasi Korea Utara, pada pertemuan KTT ASEAN kali ini, PM Abe meminta untuk lebih mempererat kerjasama dengan menyampaikan pesan yang sangat kuat untuk menekan Korea Utara semaksimal mungkin.

Presiden Joko Widodo pun menyatakan kekhawatirannya terhadap pengembangan senjata nuklir dan rudal oleh Korea Utara dan akan bertindak tegas terhadap peluncuran rudal yang dilakukan oleh negara ini, dan Indonesia siap untuk melaksanakan secara tegas resolusi dari Dewan Keamanan PBB. Di lain sisi, Perdana Menteri Abe juga telah meminta kerja sama dan pemahaman mengenai isu masalah penculikan. (*/PR/SP/Ist)

Tinggalkan Balasan

cinta-alam-hijau-e1444135113833