«

»

Agu 18

Presiden Jokowi Menjamu Anggota Paskibraka di Istana Negara

JAKARTA, – Presiden Joko Widodo menyampaikan pentingnya bersaing dalam kompetisi, dan menjaga keberagaman di Indonesia. Hal ini disampaikan ketika menjamu 105 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka serta 143 teladan nasional di Istana Negara, Jumat, 18 Agustus 2017. Pesan tersebut ia sampaikan dengan menarik contoh dari Paskibraka.

Menurut Presiden, seleksi para anggota Paskibraka dilakukan melalui proses saringan yang berjenjang mulai dari seleksi tingkat kabupaten/kota sampai provinsi. Dari ratusan sampai puluhan orang yang ikut seleksi, pada akhirnya hanya tersaring 2 orang untuk ditarik ke tingkat nasional.

“Memang harus bersaing dan berkompetisi. Siapa yang muncul terbaik, itulah yg dipilih. Sama dengan negara. Jangan dipikir negara kita tidak bersaing. Negara yang bisa mengejar dengan cepat, memiliki reputasi baik dan prestasi baik, itu yang mendapatkan kepercayaan,” katanya.

Presiden juga mendorong para anggota Paskibraka yang hadir agar tidak takut menghadapi persaingan. Menurutnya, seleksi yang dihadapi anggota Paskibraka tingkat nasional pastilah sulit. Namun dengan ketekunan dalam berlatih, akan dipetik hasil yang baik.

“Kalau upacara kemarin dilaksanakan dengan baik, itu berkat latihan, terutama latihan yang diberikan oleh instruktur. Saya tidak dengar sesuatu yang tidak baik (tentang upacara). Semua berjalan dengan baik,” ujarnya.

Saat menyampaikan pesan tentang kompetisi, Presiden Jokowi merujuk juga kepada pencapaian pemerintah sampai saat ini. Pencapaian yang berdasarkan hasil lembaga pemeringkat internasional. Ada tiga hasil pemeringkatan yang disebutkan Jokowi, yakni tingkat kemudahan berusaha dari OECD, tingkat investasi dari World Bank dan tingkat kepercayaan kepada pemerintah dari United Conference on Trade and Development.

Jokowi mengaku puas dengan hasil pemeringkatan di bidang investasi dan kepercayaan terhadap pemerintah. Di pemeringkatan tingkat investasi, Indonesia menduduki peringkat 4, meloncat dari hasil sebelumnya dimana Indonesia menduduki peringkat 8. Sementara pemeringkatan tingkat kepercayaan terhadap pemerintah, Indonesia menduduki posisi pertama, di atas negara Swiss dan India.

Namun, dia mengatakan, tidak puas dengan hasil pemeringkatan kemudahan dalam berbisnis. Pasalnya, Indonesia menduduki peringkat ke 91. Menurutnya, hasil tersebut tidak terlalu jelek, tetapi masih jauh dari harapan.

Tentang Keberagaman

Saat menyampaikan pesan keberagaman, Jokowi menyampaikannya dengan cara bertanya kepada anggota Paskibraka. Jokowi memang memiliki kebiasaan memanggil peserta ke depan untuk ditanya-tanya dalam acara seperti itu.

Anggota Paskibraka asal Batam, Gian Ramadhan Putra, adalah salah seorang yang dipanggil oleh Jokowi. Gian saat itu ditanya kesan-kesannya bertemu dengan anggota Paskibraka lain yang berasal dari daerah yang berbeda dengan dirinya.

Momen tanya jawab ini cukup mencairkan suasana ramah tamah dengan anggota Paskibraka. Gian yang tampak gugup berbicara di hadapan presiden saat itu menjawab dengan terbata-bata. Hal itu cukup mengundang tawa dari yang hadir di acara tersebut.

Kata Gian menyampaikan, awalnya butuh penyesuaian ketika bertemu dengan teman-teman Paskibraka dari daerah lain. Dia mencontohkan ketika baru berkenalan dengan anggota lain asal Papua. Menurutnya, mendengar kawannya berbicara Bahasa Indonesia dengan logat khas Papua pada awalnya terdengar cukup menyulitkan. Namun dia mengaku, lama kelamaan menjadi terbiasa.

Hal itu dijelaskan Jokowi, bahwa pesan yang ingin disampaikan pada perayaan Hari Kemerdekaan ke-72 adalah keberagaman. Dia mengharapkan, pesan tersebut bisa sampai ke masyarakat luas.

“Saya ingin pesan itu menjadi pengingat, bahwa kita adalah bangsa yang majemuk dan beragam. Terdiri dari bermacam-macam suku, agama dan bahasa daerah,” jelasnya.

Menteri Sekretariat Kabinet Pratikno mengatakan, kehadiran mantan pemimpin negara, seperti Susilo Bambang Yudhoyono, Megawati dan Baharudin Jusuf Habibie, memberikan makna penting dalam peringatan Hari Kemerdekaan pada tahun ini. Dia mengaku senang dengan hadirnya semua mantan pemimpin negara. Namun demikian, ujarnya, yang lebih penting lagi adalah apresiasi dari masyarakat luas terhadap peringatan HUT RI ke-72 di Istana Negara.

Dia menambahkan, salah satu makna penting perayaan HUT RI ke-72 di Istana Negara adalah menjaga kekompakan. “Maknanya itu tentu saja yang paling penting. Dan saya membaca, bahwa masyarakat juga memaknainya seperti itu,” tuturnya (*/PR/Ist)

Tinggalkan Balasan

cinta-alam-hijau-e1444135113833