«

»

Jan 15

Presiden Jokowi : Pemkab Asmat Agar Perhatikan KLB Gizi Buruk dan Campak

JAKARTA, – Akibat Kejadian luar biasa (KLB) gizi buruk dan penyakit campak mengakibatkan puluhan anak-anak di Kabupaten Asmat, Papua, meninggal dunia. Pemerintah daerah Asmat diminta agar terjun ke lapangan memantau kondisi masyarakatnya.

“Pemerintah daerah harus terus melihat, karena ini daerah-daerah Asmat, dan di Nduga itu memang sering kejadian-kejadian penyakit seperti itu,” jelas Presiden Joko Widodo.

Hal itu disampaikan Presiden kepada wartawan seusai menyaksikan pertandingan persahabatan antara Timnas Indonesia dan Islandia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (14/1).

“Pemerintah daerah yang dekat harus terus memantau, melihat, mengelilingi daerah-daerah yang diperkirakan terjangkit penyakit, atau gizi buruk masyarakatnya,” tegas Presiden.

Presiden juga menjelaskan, bahwa medan untuk menuju lokasi memang cukup berat. “Contoh di Nduga saja. Jalan baru ke Wamena saja 4 hari, ini sama di Asmat juga sama. Perjalanan ada rawa, di situ harus naik boat 2-3 jam untuk biaya ada Rp3-4 juta. Ini sebuah kendala yang memang sangat menghambat,” ungkapnya.

Meski begitu, Presiden menambahkan pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan telah mengirimkan tim ke wilayah daerah Asmat. “Sudah mulai september masuk ke sana. Memang sudah kirim juga makanan tambahan, tapi memang medan sangat sulit,” ucapnya.

Presiden optimistis Pemda Kab.Asmat mengetahui persis upaya yang harus dilakukan. “Tim dari menkes (menteri kesehatan) sudah mau kirim tim lagi dan pemda di sana juga sudah ada rumah sakit. Saya kira penanganan yang terbaik adalah di daerahnya, dan pusat mempunyai tanggung jawab besar untuk memantau, melihat,” ungkap Presiden. (SP/Ist)

Tinggalkan Balasan

cinta-alam-hijau-e1444135113833