«

»

Agu 11

Presiden Jokowi: Turut Awasi Dana Desa

JAKARTA, – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan agar dana desa dapat digunakan hati-hati. Seluruh pihak diharapkan mengawasi realisasi dan peruntukan dana desa. “Hati-hati yang namanya dana desa. Saya ingin kita semua mengawasi,” kata Presiden dalam sambutannya pada Silaturahmi Nasional (Silatnas) II Pendukung Setia Jokowi 2017 di Jakarta, Jumat (11/8).

Presiden mengungkapkan, anggaran desa pada 2015 mencapai Rp20 triliun, pada 2016 meningkat menjadi Rp47 triliun. Sementara pada 2017 jumlahnya Rp60 triliun. “Agar ada peningkatan kesejahteraan di sana, sehingga total Rp127 triliun besar sekali tapi hati-hati,” ungkapnya.

Menurut Presiden, dana desa sangat penting, di antaranya untuk memperbaiki berbagai infrastruktur desa. “Bisa memperbaiki irigasi, jalan-jalan desa, membangun embung di desa, bisa membangun pemberdayaan masyarakat desa,” ujarnya.

“Saya titip agar ikut diawasi karena setiap desa minimal dapat Rp800 juta, gede (besar) sekali, jangan sampai ini diselewengkan oleh aparat-aparat pemerintahan desa.”

Sebelumnya, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes) Eko Putro Sandjoyo mengatakan, komitmen Presiden terhadap desa sangat kuat. “Bapak Presiden sudah alokasikan dana besar, tahun ini Rp60 triliun. Dalam 3 tahun ini hampir Rp130 triliun yang digelontorkan,” kata Eko usai bertemu Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), Jakarta, Kamis (10/8).

Dana desa memang bertujuan untuk mempercepat pembangunan di desa-desa seluruh Indonesia. Menurut Eko, Presiden percaya bahwa pembangunan harus diinisiasi daerah. Pasalnya, hanya daerah yang paling mengetahui kebutuhan pembangunan.

Eko menyatakan, regulasi mengenai dana desa sudah cukup bagus. Diakui, masih terdapat beberapa ruang yang perlu disempurnakan. “Karena Bapak Presiden mengarahkan aturan untuk disederhanakan,” ujarnya.

Diungkapkan, hasil dari pembangunan desa dalam tiga tahun terakhir sangatlah banyak. Pada 2016, setiap desa membangun jalan sekitar 100 meter, 500 meter hingga 1 kilometer. Jika ditotal se-Indonesia, jumlahnya mencapai kurang lebih 66.000 kilometer.

Demikian halnya dengan jembatan desa. “Total jembatan desa panjangnya lebih 511 kilometer. Masyarakat desa bangun 38 ribu unit turap atau penahan longsor. Ini belum pernah ada sejarah dalam Republik Indonesia,” ujarnya. (*/SP/Ist)

Tinggalkan Balasan

cinta-alam-hijau-e1444135113833