«

»

Sep 23

Ratusan Hektar Kawasan Gunung Ciremai Terbakar

KUNINGAN, – Seluas 101,74 hektar Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) Kabupaten Kuningan ludes terbakar. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dalam tiga kali kejadian. “Semua yang terbakar seluas 101,74 hektar kawasan TNGC,” kata Humas Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Agus Yudantara, Sabtu, 23 September 2017, seperti dilansir Kantor Berita Antara.

Dia menjelaskan pada tanggal 17 September 2017 area di blok Gunung Rengkong seluas 2,35 hektar terbakar. Sedangkan pada tanggal 21 September 2017 terjadi di blok Talaga Remis, Pajaten, Cirendang dan Batu Saheng seluas 83,15 hektar.

Sementara kebakaran pada 22 September, tambah Agus, terjadi di blok Talaga Remis dan Batuluhur yang mengakibatkan seluas 16,24 hektar lahan terbakar. “Sampai saat ini untuk penyebab kebakaran masih diselidiki,” tuturnya.

Agus menambahkan kebakaran yang terjadi di lereng kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai tidak berdampak pada jalur pendakian yang berada di dua daerah. Hal ini karena kebakaran yang terjadi pada Kamis dan Jumat (22-23/9) tersebut tidak sampai ke puncak yakni hanya di ketinggian 300 sampai 400 meter diatas permukaan laut (Mdpl).

“Kebakaran yang terjadi tidak sampai ke puncak, hanya dikisaran 300-400 mdpl, jadi jalur pendakian tidak ditutup, karena masih aman,” katanya.

Jalur pendakian
Seperti dilaporkan Kantor Berita Antara, jalur pendakian Gunung Ciremai masih dibuka seperti biasa dan tidak ada penutupan pascaterjadi kebakaran di kawasan lereng. “Jalur pendakian masih dibuka seperti biasanya, baik di jalur Majalengka, Palutungan dan Linggarjati,” ujar Agus.

Agus memastikan kebakaran yang terjadi di lereng TNGC sudah bisa dipadamkan pada Kamis, 21 September 2017 tengah malam sekitar pukul 23.30 WIB.

Menurut dia, api mulai membakar kawasan lereng TNGC, pada hari Kamis sekitar pukul 09.45 WIB dan lahan yang terbakar merupakan semak belukar.

Agus mengatakan saat ini pasukan pemadam yang diterjunkan sebagian sudah ditarik, karena memang api sudah tidak merambat lagi dan bisa dikendalikan.

“Tapi ada juga sebagian yang masih menjaga disekitar kawasan yang terbakar, dikhawatirkan api muncul lagi,” tuturnya.

Pemadaman yang dilakukan oleh pasukan gabungan menggunakan kepyok, mesin jet, jet suter dan sebagiannya. Menurutnya kawasan lereng yang terbakar masih dekat dengan sumber air dan juga mendan tidak terlalu berat.(*/Ant/PR/Ist)

Tinggalkan Balasan

cinta-alam-hijau-e1444135113833