«

»

Nov 03

Soal Kematian Taruna, 14 Taruna Akpol Dituntut Penjara 1,3 Hingga 3 tahun

SEMARANG, – Sebanyak 14 taruna tingkat III Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang dituntut hukuman penjara selama 1,5 tahun dan 3 tahun, karena telah melakukan tindak pidana penganiayaan yang berakibat pada kematian juniornya taruna tingkat II, Muhammad Adam.

Tuntutan itu terkuak dalam sidang lanjutan pembunuhan taruna Akpol yang dipimpin Ketua Hakim Cosmaya, di Ruang Sidang Utama PN Semarang, pada Kamis (2/11) kemarin.

Kesembilan terdakwa yang dituntut kurungan penjara 1 tahun 6 bulan itu yakni Joshua Evan D Pabisa, Reza Ananta Pribadi, Indra Zulkifli, Hery Avianto, Erik Apriliyanto, Rio Kurnianto, Chikitha Alviano Eka Wardoyo, Praja Dwi Sutrisno, dan Adhitia Khaimara Urfan.

Sedangkan 5 orang lainnya dituntut 3 tahun penjara oleh jaksa dipisah dalam dua ruangan yaitu pertama berisikan 4 terdakwa atas nama Christian Atmadibrata Sermumes, Martinus Bentanone, Gibrail Chartens Manorek dan Gilbert Jordu Nahumury. Sedangkan seorang lagi atas nama Rinox Lewi Wattinema. “Menuntut supaya hakim pengadilan negeri Semarang yang memeriksa mengadili terdakwa terbukti sah dan bersalah melakukan tenaga dan menggunakan tindakan kekerasan sesuai Pasal 107 KUHP,” kata Jaksa Panji Sudrajat saat membacakan amar tuntutannya.

Taruna Akpol


Panji yang didampingi dua JPU Nur Endah dan Setiyono itu menyebut kesembilan terdakwa layak dijatuhi hukuman penjara 1 tahun dan enam bulan dipotong subsider. Ia pun memerintahkan agar terdakwa tetap ditahan sekaligus barang bukti yang dipakai selama ini dikembalikan. “Menetapkan barang bukti dikembalikan kepada terdakwa untuk dapat digunakan sebagai bukti lanjutan dan ditambah beban biaya sidang kepada terdakwa,” bebernya.

Atas putusan itu, HD Junaedi selaku kuasa hukum terdakwa menyatakan akan mengajukan pledoi untuk para kiennya. Ia keberatan dengan tuntutan jaksa karena menganggap hukuman itu mengada-ada. “Pasal 107 KUHP tidak mengatur tentang tuntutan tersebut. Kami pekan depan akan membacakan pledoinya. Tunggu saja nanti,” tandasnya.

Diketahui sebelumnya, Mohammad Adam tewas setelah menjalani apel pembinaan oleh para seniornya, Kamis (18/5) dinihari. Adam dianiaya oleh para seniornya di Gudang flat A taruna tingkat III. Ruangan tak terpakai tersebut berukuran 4×8 meter.

Sebelum tewas, Adam mengalami pingsan dan sempat ada upaya untuk menyadarkan dari para senior, hingga pada akhirnya tewas di Rumah Sakit Akpol. Dari hasil visum yang dilakukan, ditemukan luka lebam di bagian dada korban. Korban juga mengalami luka di bagian paru paru yang membuatnya gagal bernapas karena tidak mendapat oksigen. (*/SP/Ist)

Sumber : S P

Tinggalkan Balasan

cinta-alam-hijau-e1444135113833