«

»

Okt 05

Survei SMRC : Elektabilitas Jokowi Meningkat, Prabowo Turun

JAKARTA, – Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Djayadi Hanan mengatakan, bila pemilihan presiden dilakukan sekarang, Joko Widodo akan menjadi pemenang. Ia akan unggul jauh dibandingkan pesaing terdekatnya, dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

SMRC melakukan survei pada awal September 2017 melibatkan 1.057 orang responden untuk diwawancarai. Margin error dari survei ini sebesar lebih-kurang 3,1 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Survei tersebut menunjukkan dalam benak masyarakat (top of mind) presiden pilihan mereka adalah Joko Widodo. Elektabilitas Jokowi ada di angka 38,9 persen.

Presiden Joko Widodo turun dari kendaraan dan melakukan jalan kaki 3 kilometer di HUT TNI ke-72 Cilegon, Banten


Di bawah Jokowi ada nama Prabowo Subianto (12 persen) dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (1,6 persen). Adapun calon-calon lainnya hanya meraih suara di bawah satu persen.

Djayadi menjelaskan, sejak Oktober 2015 hingga September 2017, tren elektabilitas Jokowi juga cenderung naik. Tingkat keterpilihan Jokowi pada Oktober 2015 sebesar 25,5 persen sedangkan pada September 2017 ada di angka 38,9 persen.

Adapun elektabilitas Prabowo cenderung menurun dari 13,6 persen menjadi 12 persen. Begitu pula dengan SBY dari 4,5 persen kini 1,6 persen.

“Nama lain belum ada yang cukup kompetitif. Ini top of mind, dukungan solid yang agak sulit diubah,” kata Djayadi dalam pemaparannya di kantor SMRC, Cikini, Jakarta, Kamis, 5 Oktober 2017.

Tokoh lain yang belakangan kerap diperbincangkan, Jenderal Gatot Nurmantyo, elektabilitasnya masih jauh di bawah Jokowi dan Prabowo. Panglima Tentara Nasional Indonesia ini hanya mendapatkan 0,3 persen. “Masih rendah, masih jauh,” ucapnya.

Posisi ini juga sama saat responden diberikan pertanyaan semi terbuka. Jokowi mendapatkan 45,6 persen dan Prabowo 18,7 persen.

Djayadi menjelaskan, tingginya elektabilitas Jokowi tidak lepas dari kepuasan masyarakat terhadap kinerjanya. Sejak pertengahan 2016, kata Djayadi, kepuasan kinerja Presiden Joko Widodo selalu di atas 60 persen dan cenderung stabil. “Rakyat umumnya menilai kondisi berbagai sektor kehidupan makin membaik,” tuturnya. (*/tempo/Ist)

Tinggalkan Balasan

cinta-alam-hijau-e1444135113833