«

»

Jul 27

Terkait Krisis di Al-Aqsa, Menlu RI Kerahkan Para Dubes

JAKARTA, – Keseriusan pemerintah Indonesia dengan berbagai upaya akan dilakukan untuk membantu penyelesaian konflik Israel-Palestina yang belakangan berbuntut pada pelarangan ibadah dan penyerangan di kompleks Masjid Al-Aqsa. Hal itu ditegaskan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi, saat ditemui di kantor Wakil Presiden (Wapres), Jakarta, Kamis (27/7).

“Kita gunakan semua jalan yang dapat kita lakukan untuk membantu Palestina. Pembahasan (kasus Al-Aqsa) sama sekali tidak bisa diterima dan diplomasi Indonesia tidak hanya bergerak dari Jakarta tapi kita juga bergerak melalui berbagai kedutaan kita yang ada di luar negeri. Jadi, sekali lagi, we used all possible act untuk membantu perjuangan rakyat Palestina,” tegasnya.

Menurut Retno, melalui forum debat terbuka Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang digelar di New York, Amerika Serikat (AS), Selasa (25/7), Wakil Tetap RI untuk PBB telah mendorong agar PBB bertindak untuk membantu rakyat Palestina.

Kemudian, upaya membantu Palestina juga akan dilakukan melalui Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang akan menggelar rapat darurat eksekutif pada tanggal 1 Agustus 2017.

“Dua hari yang lalu, saya kembali bertemu atau memberikan briefing kepada Duta Besar (Dubes) OKI yang ada di Jakarta karena pada tanggal 27 Juli akan ada pertemuan Liga Arab dan tanggal 1 Agustus pertemuan OKI. Pesan yang disampaikan oleh Indonesia adalah perlunya OKI untuk bersatu dalam rangka memperjuangkan kepentingan Palestina,” katanya.

Dekati Tiongkok
Selanjutnya, Retno mengungkapkan bahwa pendekatan untuk membantu rakyat Palestina juga dilakukan dengan menghubungi Menlu Republik Rakyat Tiongkok (RRT) guna mendukung Palestina dalam DK PBB. Hal tersebut dilakukan karena posisi Tiongkok sebagai anggota tetap DK PBB dan sekarang menduduki kursi pimpinan.

“Kemarin pukul 18.30 WIB saya melakukan komunikasi per telepon selama kurang lebih 35 menit dengan Menlu RRT. Kenapa dengan Menlu RRT? Karena saat ini RRT sedang menduduki presidensi di DK PBB. Salah satu yang kita harapkan adalah agar DK PBB melakukan sesuatu untuk Al-Aqsa. Oleh karena itu, dalam pembicaraan dengan Menlu RRT, saya sampaikan harapan kita agar di bawah presidensi RRT, DK PBB dapat melakukan sesuatu untuk Al-Aqsa,” katanya.

Sebagaimana diberitakan, ketegangan di kompleks Al-Aqsa meningkat sejak pasukan Israel menutup kompleks masjid selama dua hari pekan lalu untuk memasang detektor logam dan kamera CCTV di pintu masuknya.

Warga Palestina menganggapnya sebagai upaya Israel untuk menguasai situs tersebut. Sebagai wujud protes, mereka menolak masuk ke kompleks tersebut, sebaliknya memilih berdoa di jalanan atau di bagian luar masjid.

Kemudian, ratusan warga Palestina terluka karena tentara Israel menyerang jemaah di luar Al-Aqsa setelah salat Jumat. Di pihak lain, tiga warga Israel juga tewas ditikam oleh seorang pemuda Palestina hari Jumat malamnya.

Menurut berita, detektor logam yang memicu masalah itu sekarang sudah ditarik oleh Israel. (*/SP/Ist)

Sumber:beritasatu.com

Tinggalkan Balasan

cinta-alam-hijau-e1444135113833