«

»

Agu 16

Tidak Disiplin, Universitas Jambi Berhentikan 31 Dosen

JAMBI, – Pihak Rektorat Universitas Jambi (Unja) akhirnya melakukan tindakan tegas terhadap para dosen atau staf pengajar yang kurang disiplin menjalankan tugas. Sebanyak 31 orang dosen yang dinilai indisipliner di perguruan tinggi negeri (PTN) tersebut diberhentikan secara tidak hormat.

Ke-31 dosen Unja yangdiberhentikan tersebut tidak diizinkan lagi melakukan aktivitas mengajar mulai pekan ini.

Kepala Bagian (Kabag) Humas Unja, Akbar Kurnia di Jambi, Selasa (15/8) menjelaskan, pemberhentian puluhan dosen di Unja tersebut sudah melalui prosedur dan proses. Pemberhentian tersebut didasarkan pada Surat Edaran Inspektorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Irjen Dikti) tentang disiplin staf pengajar perguruan tinggi, Surat Edaran Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) tentang cuti bersama, Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Peraturan Rektor Unja Nomor 2 Tahun 2016.

“Selain itu, Rektor Unja juga sudah sering memperingatkan seluruh staf dan pegawai Unja, termasuk dosen mengenai disiplin kerja. Dosen dan pegawai yang jarang masuk kerja akan dievaluasi. Peringatan tersebut dilakukan pada upacara tangal 17 setiap bulan. Namun para dosen tersebut masih sering absen tanpa alasan yang jelas. Karena itu pihak Rektorat Unja mengambil tindakan tegas,”katanya.

Dijelaskan, ke-31 dosen Unja yang diberhentikan tersebut berstatus dosen kontrak dan dosen tetap non-PNS. Sebanyak 22 dosen tersebut diberhentikan karena masalah absen yang berada di bawah 85 %. Sedangkan sebanyak 9 orang dosen diberhentikan karena tidak masuk kerja seusai cuti bersama Lebaran Juli lalu.

“Dosen yang paling banyak diberhentikan karena masalah terlalu banyak bolos mengajar berasal dari Fakultas Sains dan Teknologi, yakni sebanyak 15 orang. Kemudian dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan sebanyak 5 orang, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis masing – masing satu orang,”katanya.

Minta Tinjau Ulang

Sementara itu sebagian dosen Unja yang diberhentikan secara tidak hormat tersebut langsung memberikan reaksi. Mereka meminta Rektor Unja, Johni Nazwan meninjau surat keputusan pemberhentian kerja tersebut. Masalahnya surat keputusan pemberhentian kerja tersebut diberikan tanpa terlebih dahulu memberikan surat peringatan.

“Kami terkejut ketika menerima surat keputusan pemberhentian dari Rektor Unja tersebut, Jumat (11/8). Masalahnya sebelumnya kami tidak menerima surat peringatan. Karena itu kami meminta Rektor Unja meninjau surat pemberhentian dosen tersebut. Kami juga ingin mengadakan pertemuan dengan pihak Rektorat Unja,”kata seorang dosen Unja yang diberhentikan tersebut.

Beberapa dosen Unja yang diberhentikan tersebut juga mempertanyakan mengenai pemberhentian dosen hanya karena pemalsuan absen seusai Lebaran, 3 Juli 2017. Padahal mereka tidak pernah absen. Kemudian mereka juga sudah mengajar di Unja sejak 2015.

“Kami menilai pihak Rektorat Unja kurang manusiawi. Kami sudah lama mengajar di Unja. Bahkan kami turut menaikkan akreditasi beberapa fakultas. Tetapi kok hanya masalah absen sehari seusai Lebaran langsung diberhentikan. Cara pemberhentiannya pun tanpa surat peringatan,”kata dosen yangenggan ditulis namanya tersebut. (*/SP/Ist)

Sumber : S P

Tinggalkan Balasan

cinta-alam-hijau-e1444135113833