«

»

Nov 14

Tidak Terima Divonis 1 Tahun 6 Bulan, Buni Yani Ajukan Banding

BANDUNG, – Majelis hakim pada Pengadilan Negeri Bandung menjatuhkan hukuman satu tahun enam bulan penjara kepada Buni Yani di Gedung Arsip dan Perpustakaan Bandung, Selasa (14/11). Atas putusan itu, Buni Yani menempuh upaya hukum banding.

“Ini kriminalisasi. Revolusi,” teriak Buni Yani selepas mendengarkan vonis dari hakim.

Buni Yani Terdakwa pengunggah video penyebar ‘kebencian’


Musyarawah majelis hakim menilai tindakan Buni Yani mengunggah potongan video pidato Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat kunjungan ke Pulau Pramuka termasuk sebagai tindakan melanggar hukum pasal 32 ayat 1 juncto pasal 48 ayat 1 Undang – Undang RI nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) juncto Undang – Undang RI nomor 19/2016 tentang perubahan atas UU RI nomor 11/2008 tentang ITE.

Buni Yani, terbukti secara sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apapun mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu dokumen atau informasi elektronik milik orang lain atau publik.

Dalam persidangan, hakim mendapatkan fakta Buni Yani mengunggah potongan video pidato Ahok jadi berdurasi 30 detik dari rekaman lengkap berdurasi satu jam empat puluh delapan menit dan tiga puluh tiga detik yang diposting oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Menurut majelis hakim, Buni Yani sebagai dosen yang mengetahui UU ITE seharusnya mengetahui manfaat dan tujuan dari media sosial. “Dampak apa yang dapat ditimbulkan. Setelah beberapa kali menonton (tapi) tidak berupaya mencari informasi kebenaran saat tahu ada hal yang kurang etis. Namun terdakwa tidak mencarinya namun tetap mengunggahnya,” ujar salah satu hakim anggota yang membacakan hasil musyarawah hakim.

Dalam dakwaannya, jaksa juga menilai posting pada akun Facebook milik Buni Yani itu berdampak luas pada kondisi sosial di masyarakat. Selain mendorong terjadinya aksi massa yang dibalut dengan sebutan 212, 414 dan lainnya, postingan tersebut dinilai memicu penghakiman terhadap Basuki Tjahaja Purnama yang akhirnya terbukti melakukan penistaan agama.

Namun demikian, Ketua Majelis Hakim M. Saptono menyatakan, Buni Yani tidak langsung ditahan karena sebelumnya memang tidak menjalani penahanan saat persidangan. “Tidak ada eksekusi,” kata Saptono.

Buni Yani dipastikan tidak akan menjalani penahanan selama keputusan hukum itu belum berkekuatan hukum tetap. Buni Yani sempat berteriak sembari mengangkat kepalan tangan tangannya. “Allahuakbar, Allahuakbar,” begitu teriakan Buni Yani yang disambut oleh puluhan pengunjung sidang yang kebanyakan pendukungnya.

Dalam persidangan yang berlangsung sedikitnya hingga 19 kali ini, majelis hakim mengakui fakta sebelum postingan Buni Yani tersebut sudah ada tiga postingan serupa. Buni Yani memosting potongan video itu pada Kamis, 6 Oktober 2016.

Vonis hakim ini lebih rendah daripada tuntutan jaksa. Mereka menuntut agar Buni Yani dijatuhkan hukuman dua tahun penjara dan denda Rp100 juta subsider tiga bulan kurungan.

Sementara jaksa penuntut umum menyatakan pikir-pikir atas vonis tersebut. “Kami mohon waktu untuk pikir-pikir,” kata Andi. M. Taufik, jaksa penuntut umum.

Dalam sidang dengan agenda pembacaan vonis ini, Buni Yani mendapat dukungan dari sedikitnya 300 massa. Mereka berkumpul dan mendengarkan orasi di depan gedung. Sementara pendukung Buni Yani lainnya masuk di dalam ruangan sidang. Mereka mengenakan atribut berupa pin bergambar Buni Yani dengan tulisan “Selamatkan Buni Yani, Pahlawan Al Maidah”.

Pendiri Partai Amanat Nasional Amien Rais, penasehat Presidium Alumni 212 Eggi Sudjana, serta mantan selebritis Neno Warisman tampak hadir dalam persidangan.

Polisi memasang kawat berduri sepanjang 50 meter untuk membatasi pengunjukrasa dengan halaman gedung tempat persidangan. Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Bandung Komisaris Besar Hendro Pandowo mengerahkan sedikitnya 800 personal gabungan guna mengamankan jalannya persidangan.

Pengamanan ini berlipat dua kali dibandingkan persidangan-persidangan sebelumnya. Polisi juga sudah menutup ruas Jalan Seram dan sebagian Jalan Ambon guna mengatasi kepadatan lalu lintas akibat massa yang berkumpul di jalan raya. (*/SP/Ist)

Sumber :suarapembaruan

Tinggalkan Balasan

cinta-alam-hijau-e1444135113833