«

»

Jan 14

Trump Sindir Soal Negara Imigran, Picu Kemarahan Dunia

WASHINGTON, – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memicu kontroversi. Menurut media AS, Trump mengkritik imigran ke negaranya yang berasal dari El Salvador, Haiti dan benua Afrika, dan menyamakannya sebagai kelompok negara “lubang buangan”.

Pemerintah Afrika telah mengecam keras pernyataan dugaan Trump tentang “negara-negara tetangga”, yang dikatakan menargetkan benua Amerika. Media lokal juga memberi tekanan, dengan menunjukkan kesejajaran antara Gedung Putih dan Ku Klux Klan.

Kecaman itu terjadi setelah satu laporan Washington Post yang mengutip sumber, mengatakan bahwa Trump telah merujuk beberapa negara Afrika, termasuk Haiti dan El Salvador, sebagai “negara-negara lubang buangan” saat diskusi tentang perlindungan orang-orang dari negara-negara tersebut sebagai bagian dari sebuah kesepakatan imigrasi bipartisan.

“Mengapa kita memiliki semua orang dari negara-negara terpencil disini?,” tanya Trump pada pertemuan dengan anggota kongres di Gedung Putih.

Beberapa laporan menyatakan komentar Trump itu pada Kamis, mengutip orang-orang yang memiliki pengetahuan tentang percakapan tersebut. Trump menyarankan AS untuk lebih memfokuskan kebijakan masuk imigrannya ke negara-negara seperti Norwegia.

Menanggapi dugaan tersebut pada Jumat, Uni Afrika (AU) menyatakan kekhawatiran atas komentar Trump tersebut. “Mengingat kenyataan historis tentang berapa banyak orang Afrika tiba di Amerika Serikat sebagai budak, pernyataan ini merujuk pada semua perilaku dan praktik yang diterima,” kata juru bicara AU Ebba Kalondo.

“Ini sangat mengejutkan karena Amerika Serikat tetap merupakan contoh global bagaimana migrasi melahirkan satu negara yang dibangun dengan nilai keragaman dan kesempatan yang kuat,” tambahnya.

Banyak orang menggunakan media sosial untuk mengutuk presiden, termasuk anggota partai Republik sendiri. Politisi Republikan Mia Love, yang keturunan Haiti, pun ikut mengecam. “Komentar presiden tidak baik, memecah belah, elitis dan menampar wajah nilai-nilai bangsa kita,” ujarnya.

Rupert Colville, juru bicara kantor hak asasi manusia Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) juga ikut mengecam. “Anda (Trump, Red) tidak dapat memberhentikan seluruh negara dan benua sebagai lubang buangan, saya minta maaf, tapi tidak ada kata lain yang bisa digunakan namun rasis,” tambahnya.

Colville menambahkan kisah itu bukan hanya satu cerita tentang bahasa vulgar, tapi komentar Trump adalah soal membuka pintu sisi terburuk umat manusia.(Al Jazeera/RT/SP/Ist)

Tinggalkan Balasan

cinta-alam-hijau-e1444135113833